Temu Wali Murid Kelas VII MTs. 1 Annuqayah Tekankan Pentingnya Sinergi Pendidikan
Guluk-Guluk — MTs. 1 Annuqayah menggelar Temu Wali Murid Kelas VII dan murid mutasi masuk pada Rabu (19/8). Bertempat di Auditorium MTs. 1 Annuqayah, kegiatan ini menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara madrasah, pesantren, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan murid.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), ketua pengurus setiap pesantren daerah, serta wali murid kelas VII dan murid mutasi masuk. Turut hadir Komite Madrasah dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq.
Acara dibuka oleh pembawa acara, Bpk. Moh. Syamsul Ma'arif. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Ainur Rafiq, murid kelas VII F. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Annuqayah dipimpin oleh Tim Paduan Suara MTs.1 Annuqayah.
Memasuki sesi sambutan, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putranya kepada PP. Annuqayah dan MTs. 1 Annuqayah.
Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi murid untuk berproses membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan karakter.
"Di pesantren, anak-anak kita akan berproses dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka diajarkan untuk mandiri dan disiplin dalam berbagai hal," ujarnya.
Ia menjelaskan, madrasah terus membangun sinergi dengan pesantren karena sebagian besar waktu murid dihabiskan di lingkungan pesantren. Menurutnya, kerja sama antara keduanya menjadi penting, terutama ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan perkembangan dan pembinaan murid.
"Karena waktu anak-anak lebih banyak di pondok, ketika ada persoalan yang berkaitan dengan mereka, tentu harus kita atasi bersama-sama," katanya.
Selain pesantren, Bpk. H. M. Sattar menilai orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Orang tua, menurutnya, merupakan pihak yang paling tahu kondisi dan kebiasaan anak ketika berada di rumah.
Karena itu, ia mengajak wali murid untuk terus melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun di pesantren ketika anak-anak berada di rumah, terutama saat liburan. Kebiasaan seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan menjaga kedisiplinan diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita di rumah.
Temu Wali Murid tahun ini mengusung tema "Bersinergi dalam Pendidikan, Berkarakter dalam Kehidupan, Bersama Mewujudkan Pendidikan Ramah Anak." Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan murid membutuhkan keterlibatan bersama antara madrasah, pesantren, dan keluarga.
Pesan serupa disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq. Dalam sambutannya, ia menyebut setidaknya ada tiga unsur utama yang menentukan keberhasilan pendidikan seorang murid, yakni murid, guru, dan orang tua.
"Ketiganya harus saling melengkapi. Tidak boleh ada satu yang berjalan sendiri," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar dapat memahami dan mendukung berbagai kebijakan yang diterapkan oleh madrasah maupun pesantren. Menurutnya, setiap kebijakan pada dasarnya diarahkan untuk kebaikan dan perkembangan anak.
Ia menyadari bahwa dalam praktiknya terkadang ada orang tua yang merasa kurang sabar atau belum sepenuhnya dapat menerima kebijakan madrasah dan pesantren. Karena itu, komunikasi dan saling memahami menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Ainul Haq juga mengingatkan bahwa tujuan utama menuntut ilmu tidak semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan, menurutnya, memiliki tujuan yang lebih mendasar, yakni menghilangkan kebodohan dan membentuk manusia yang berilmu serta berkarakter.
Untuk membuat penyampaian lebih dekat dengan para wali murid, ia menyelipkan sejumlah cerita dan kisah hikmah di tengah materi. Cara tersebut membuat suasana pertemuan tetap hangat dan tidak terasa seperti forum yang terlalu formal.
Sebelum memasuki sesi informasi kemadrasahan, panitia memberikan jeda dengan pemutaran video berisi surat cinta murid kepada orang tua. Video tersebut juga menampilkan sejumlah dokumentasi kegiatan di MTs. 1 Annuqayah.
Suasana auditorium seketika berubah lebih emosional ketika para wali murid menyaksikan pesan dan ungkapan dari anak-anak mereka. Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik proses pendidikan di madrasah dan pesantren, terdapat hubungan dan harapan besar antara anak dan orang tua.
Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing informasi kemadrasahan yang dipandu oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto. Pada sesi ini, ia memperkenalkan jajaran pimpinan madrasah, guru BK, dan wali kelas kepada para wali murid.
Ia kemudian menjelaskan sejumlah informasi penting yang perlu diketahui orang tua selama mendampingi pendidikan anak di MTs. 1 Annuqayah. Materi yang disampaikan mencakup Keuangan madrasah atau SPP, mekanisme perizinan murid, penggunaan aplikasi madrasah, hingga prosedur penanganan murid yang menghadapi persoalan tertentu, terutama di kedisiplinan.
Sesi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami mekanisme komunikasi dan layanan yang tersedia di madrasah sehingga persoalan yang berkaitan dengan murid dapat ditangani secara lebih terarah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Hazqil, salah seorang guru senior MTs. 1 Annuqayah.
Panitia Sei. Acara, Bpk. Ainul Fadal, mengatakan pelaksanaan Temu Wali Murid berjalan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan panitia sejak jauh hari.
"Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Persiapan sudah kami lakukan semaksimal mungkin sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Dari sekitar 290 undangan yang disebarkan, tingkat kehadiran wali murid tercatat mendekati 90 persen. Sejumlah wali murid yang tidak dapat hadir umumnya terkendala jarak, terutama mereka yang berasal dari luar Madura dan wilayah kepulauan.
Tingginya kehadiran tersebut menunjukkan antusiasme orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak. Bagi MTs. 1 Annuqayah, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kerja sama yang lebih erat antara madrasah, pesantren, dan keluarga dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak. (Sya/Az)