Pembentukan Tim Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) ; sebagai Langkah Awal Mewujudkan Lingkungan Pendidikan yang Kondusif, Protektif, dan Berorientasi pada Pencegahan Bullying
MTs. 1 Annuqayah_Secara resmi melaksanakan kegiatan Pembentukan Tim Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) pada Kamis, 5 Februari yang bertempat di Auditorium MTs 1 Annuqayah. Kegiatan ini menjadi langkah awal madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.
Kepala MTs 1 Annuqayah dalam sambutannya menyampaikan bahwa mulai tahun ini madrasah ditunjuk sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Ia menegaskan bahwa inti dari program SPRA adalah menciptakan suasana ramah anak di lingkungan madrasah, meskipun terdapat berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi.
“Yang paling penting adalah bagaimana madrasah mampu menghindari segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying). SPRA bukan hanya tentang aturan, tetapi tentang bagaimana kita menghadapi persoalan-persoalan yang ada dengan pendekatan yang lebih manusiawi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kepala madrasah menekankan bahwa siswa bukan hanya objek, melainkan bagian dari solusi (problem solving) atas berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Selain itu, seluruh unsur madrasah baik itu pimpinan, guru, dan semua elemen diharapkan dapat bersinergi dalam menjalankan program ini. Termasuk peran wali siswa juga dinilai sangat penting dalam mendukung kebrhasilan program SPRA ini. Pada kesempatan tersebut juga kepala sekolah mengumumkan bahwa Bapak Muaddin ditunjuk sebagai Ketua Tim SPRA di MTs 1 Annuqayah.
Kegiatan ini turut diisi dengan arahan dan sosialisasi dari Bapak Usman, M.Pd., selaku pengawas madrasah. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa di setiap kecamatan akan ditunjuk satu madrasah sebagai pilot project Satuan Pendidikan Ramah Anak.
“SPRA bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi merupakan perubahan paradigma dalam mendidik anak, baik melalui pendidikan formal, nonformal, maupun informal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa satuan pendidikan ramah anak harus memenuhi prinsip bersih, aman, ramah, indah, sehat, asri, dan nyaman. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi anak dari kekerasan, mencegah bullying, memenuhi hak-hak anak, menjaga kesehatan mental peserta didik, serta sebagai wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak.
Dalam konteks kedisiplinan, Bapak Usman menekankan pentingnya mengubah pola hukuman menjadi disiplin positif, yang bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa, bukan rasa takut.
Dengan terbentuknya Tim SPRA ini, MTs 1 Annuqayah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik secara akademik maupun psikologis. (albert)











Muhammadun
Minggu, 08 Februari 2026Alhamdulillah semoga berjalan lancar dan sesuai harap baik dr semua elemen.