Berlangsung Khidmat, Tasyakuran Siswa Kelas Akhir MTs. 1 Annuqayah Jadi Momentum Refleksi dan Pelepasan Siswa Kelas Akhir
Guluk-Guluk, MTs. 1 Annuqayah menggelar Tasyakuran Siswa Kelas Akhir (Tasyka) 2026 pada Rabu (3/6) malam di halaman madrasah. Kegiatan yang menjadi momen pelepasan bagi siswa kelas IX itu berlangsung khidmat dan penuh haru.
Acara diawali dengan lantunan shalawat yang dibawakan Klub Hadrah Banjari MTs. 1 Annuqayah. Sekitar pukul 20.15 WIB, kegiatan resmi dimulai dengan dipandu oleh Zafaroni Alfiannuro, siswa kelas IX B, sebagai pembawa acara.
Tasyakuran tersebut dihadiri seluruh siswa kelas akhir, dewan guru dan staf madrasah, Wakil Sekretaris Yayasan Annuqayah, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Annuqayah.
Suasana semakin khusyuk ketika Wayis Al-Qorni, siswa kelas IX B, membacakan ayat suci Al-Qur'an sebagai rangkaian acara yang kedua.
Ketua Panitia Tasyka 2026, Nazril Azizu Alaihi Abdillah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan madrasah atas dukungan dan rekomendasinya, serta kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi terselenggaranya acara.
Menutup sambutannya, Nazril menyampaikan sebuah pesan yang mengundang perhatian hadirin. “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., mengajak para siswa untuk merefleksikan perjalanan pendidikan yang telah mereka tempuh selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kelulusan bukanlah sesuatu yang diraih secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan.
Ia berpesan agar para siswa tetap menjaga semangat belajar dan terus berupaya mewujudkan cita-cita mereka. Selain itu, ia juga berharap para lulusan dapat menjaga nama baik pesantren dan madrasah, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah.
Mewakili Ketua Yayasan Annuqayah, Wakil Sekretaris Yayasan Annuqayah, Bpk. Moh. Afnan, M.Pd., turut berbagi kisah perjalanan pendidikannya di hadapan para siswa. Ia mengenang masa-masa ketika masih menempuh pendidikan di MTs. 1 Annuqayah dan aktif dalam kegiatan organisasi siswa.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan. Ia juga menceritakan perjalanan akademiknya yang berlanjut ke MA 1 Annuqayah, kemudian ke perguruan tinggi di lingkungan Annuqayah, sebelum akhirnya melanjutkan studi magister di luar pesantren karena saat itu program pascasarjana belum tersedia di Annuqayah.
“Jika saat itu sudah ada program S-2 di Annuqayah, saya tentu akan melanjutkan studi di sini, hal ini sebagai upaya menjaga ketersambungan sanad keilmuan” ujarnya.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah tersebut juga mengajak para siswa untuk menjadikan guru sebagai teladan sekaligus sumber inspirasi dalam mengembangkan diri.
Memasuki acara inti, motivasi pendidikan disampaikan oleh Bpk. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag., seorang alumni senior yang dikenal aktif di dunia pendidikan dan kepenulisan. Ia membuka materinya dengan kalimat sederhana yang mengundang perhatian seluruh hadirin.
“Dalam ilmu tata bahasa, tidak ada istilah akhir, sebab akhir menjadi awal dari sesuatu yang lain,” tuturnya.
Melalui ungkapan tersebut, ia menjelaskan bahwa status sebagai siswa kelas akhir di tingkat tsanawiyah sejatinya merupakan gerbang menuju jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk terus melanjutkan proses belajar dan tidak berhenti mengejar ilmu.
Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan menuntut ilmu yang telah diberikan Allah SWT. Dalam penyampaiannya, ia mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.
Lebih lanjut, Abdul Wahid menjelaskan enam syarat utama bagi pencari ilmu sebagaimana termaktub dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim, yakni kecerdasan, kesungguhan, kesabaran, kecukupan biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang. Keenam poin tersebut dijelaskan dengan berbagai contoh konkret yang dekat dengan kehidupan para siswa.
Untuk menjaga antusiasme peserta, ia juga beberapa kali menyisipkan sesi ice breaking yang membuat suasana tetap hidup meskipun acara berlangsung hingga malam hari.
Usai sesi motivasi, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman siswa kelas IX kepada seluruh dewan guru MTs. 1 Annuqayah. Momen tersebut menjadi bagian paling emosional dalam rangkaian kegiatan. Banyak siswa tampak terharu saat meminta doa dan restu kepada guru-guru yang telah membimbing mereka selama tiga tahun.
Salah satu siswa kelas IX G, Musahhilul Amani, mengaku bahagia dapat mengikuti acara tersebut. Meski kondisi kesehatannya sempat menurun, ia tetap berusaha hadir karena tidak ingin melewatkan momen perpisahan bersama guru dan teman-temannya.
“Sungguh acara yang luar biasa. Senang, bahagia, haru, semuanya bercampur menjadi satu,” ujar siswa asal Ketawang Laok itu.
Rangkaian Tasyka 2026 kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Moh. Sirri. Dengan berakhirnya acara tersebut, para siswa kelas akhir secara simbolis menuntaskan perjalanan mereka di MTs. 1 Annuqayah dan bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. (Sya/Az)















Bunda Farih
Kamis, 04 Juni 2026Mabruk! Semoga ilmu yang diperoleh barakah dan manfaat.
Rofi
Kamis, 04 Juni 2026Berita yang mengandung bawang, membuat siapapun yang baca rembes air mata. Sungguh, ini bukan akhir, melainkan awal dari sesuatu yang lain.