MTs. 1 Annuqayah Sukses Gelar Temu Wali Siswa Kelas VII
Guluk-Guluk – MTs. 1 Annuqayah menggelar Temu Wali Siswa Kelas VII Tahun Pelajaran 2025/2026 di Auditorium madrasah setempat pada Rabu (11/02). Kegiatan tahunan ini dihadiri oleh sekitar 90 persen wali siswa kelas VII serta jajaran guru, pimpinan dan tenaga pendidik madrasah.
Para undangan mulai berdatangan sejak pukul 08.30 WIB. Kedatangan mereka disambut dengan penampilan Jam'iyah Hadrah Al-Banjari MTs. 1 Annuqayah. Acara baru dimulai pukul 09.05 WIB dengan dipandu oleh Bapak Moh. Azizi. Kegiatan diawali pembacaan surat Al-Fatihah dan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Azrul Hilmy Al-Furqon, siswa Kelas VII B. Suasana semakin khidmat ketika Tim Paduan Suara MTs. 1 Annuqayah memimpin jalannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Annuqayah.
Momen penting dalam acara ini adalah deklarasi Tim Satuan Pendidikan Ramah Anak atau SPRA MTs. 1 Annuqayah. Tim yang beranggotakan 13 orang ini telah dibentuk pada Sabtu (07/02) dan dideklarasikan langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak M. Sattar, M.Pd. Deklarasi ini menjadi komitmen madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, aman, dan nyaman bagi anak, serta bebas dari tindak kekerasan dan perundungan.
Dalam sambutannya, Bapak M. Sattar, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta wali siswa yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menyebut kehadiran wali siswa yang hampir sempurna ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan putra-putrinya. Menjelang libur panjang Ramadan, ia mengingatkan bahwa liburan bukan berarti lepas dari pendampingan. “Liburan bukan sekadar untuk berwisata. Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak untuk mengabdikan diri kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Peran bapak dan ibu sangat dibutuhkan untuk mengawasi setiap aktivitas mereka,” ujarnya. Ia juga berharap wali siswa aktif memantau tugas harian Ramadan melalui grup kelas bersama wali kelas masing-masing.
Sementara itu, Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq, S.Pd.I., dalam arahannya menyampaikan bahwa salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah memiliki anak yang mondok. Menurutnya, nikmat ini tidak diberikan kepada semua orang. “Bisa jadi tetangga pondok yang setiap hari menyaksikan aktivitas santri, belum tentu mendapat hidayah untuk memondokkan anaknya. Sebaliknya, orang tua dari jauh, bahkan luar kota, justru diberi kemudahan,” tuturnya. Mengutip dawuh Imam Syafi’i, ia mengingatkan bahwa melakukan hal negatif jauh lebih mudah ketimbang hal positif. Ia pun membagikan kisah teladan Rasulullah SAW dan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani untuk menggugah kesadaran wali akan peran strategis mereka dalam keberhasilan pendidikan anak. Di akhir arahannya, ia menitipkan para santri saat liburan tiba dan berharap sinergi antara guru, santri, dan wali siswa terus terjaga.
Memasuki sesi sosialisasi informasi kemadrasahan, Waka. Kurikulum MTs. 1 Annuqayah, Bapak Adnan Hariswanto, memaparkan sejumlah informasi strategis. Mulai dari mekanisme pembayaran SPP, pengenalan struktur pimpinan madrasah dan wali kelas, hingga pentingnya penggunaan aplikasi resmi MTs. 1 Annuqayah. Aplikasi ini dirancang sebagai solusi pemantauan perkembangan santri secara real-time. Wali siswa dapat mengakses informasi akademik, kehadiran, hingga catatan perkembangan putra-putrinya melalui gawai masing-masing.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh salah seorang guru senior, K. Hasil, S.Ag. Doa dipanjatkan untuk keberkahan madrasah dan kesuksesan para santri.
Bapak Ainul Fadal selaku Panitia Sei. Acara mengonfirmasi bahwa rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana. “Alhamdulillah, tidak ada aral berarti. Kami memang berkomitmen pada manajemen waktu. Semua pengisi acara kami imbau untuk disiplin agar acara selesai tepat waktu,” ungkapnya. Senada dengan itu, Bapak Abd. Basith, ketua panitia Temu Wali Siswa ini, menyampaikan apresiasi atas capaian tingkat kehadiran wali siswa yang mencapai 90 persen. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Kehadiran bapak dan ibu adalah energi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas madrasah,” tuturnya. (Sya/Az)












