Hadir di Rapat Rutin Wali Kelas, Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah Annuqayah Berikan Motivasi dan Arahan
Rapat rutin wali kelas di MTs. 1 Annuqayah pekan ini menghadirkan suasana berbeda. Kehadiran Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah Annuqayah, K.H. Ainul Haq, memberikan warna khusus pada pertemuan yang digelar di Aula MTs. 1 Annuqayah, Senin lalu (27/10). Aula mini yang juga berfungsi sebagai ruang khusus wali kelas itu dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti TV LED, meja, dan rak khusus wali kelas.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah memaparkan kondisi umum madrasah, mulai dari dinamika siswa, problematika kemalasan dan kedisiplinan, hingga harapan untuk menemukan solusi bersama. Ia juga menyoroti adanya sebagian kecil wali kelas yang dinilai belum sepenuhnya memahami tugas pokok dan fungsinya. “Dengan singkatnya waktu, saya hanya menyampaikan persoalan-persoalan yang ada. Padahal, banyak hal positif dan prestasi lain yang baik-baik yang mestinya juga disampaikan. Yang baik-baik justru lebih banyak,” ujarnya.
Menanggapi kegelisahan Kepala Madrasah, K.H. Ainul Haq memberikan penegasan bahwa tantangan adalah hal yang wajar dalam dunia pendidikan. “Yang harus dijaga dan dipelihara adalah ruh sebagai pendidik. Itu menjadi kunci,” tegasnya.
Lebih jauh, ia memaparkan aturan kepegawaian di lingkungan Annuqayah, khususnya yang terkait dengan jabatan wali kelas. Guna meningkatkan pengayoman dan pendampingan terhadap siswa, K.H. Ainul Haq mengimbau adanya jam pertemuan rutin khusus antara wali kelas dan siswa, minimal dua jam pelajaran setiap minggu. “Menjadi hal yang aneh ketika ditemukan beberapa wali kelas yang tidak mengenal anggota didiknya, itu karena minimnya pertemuan,” tambahnya. Ia pun mengintruksikan Waka. Kurikulum untuk segera menjadwalkan pertemuan tersebut sebagai jam tambahan.
Dialog Interaktif: Suara Hati Wali Kelas
Usai penyampaian arahan, forum dibuka untuk sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya aspirasi yang mengalir.
Bapak Ihsan membuka dialog dengan berbagi suka duka menjadi wali kelas. Meski banyak orang tua siswa yang komunikatif dan apresiatif, tak sedikit yang acuh tak acuh terhadap perkembangan anaknya. “Bahkan, ketika ada masalah kedisiplinan, ada yang cenderung menyalahkan wali kelas karena dianggap tidak mampu mengatasi,” keluhnya.
Bapak Ilhamdi menyoroti teknis pelaksanaan jam khusus wali kelas. Ia mempertanyakan apakah tindakan terhadap pelanggaran siswa harus menunggu jadwal pertemuan rutin. Kepala Madrasah dan K.H. Ainul Haq menegaskan bahwa penanganan pelanggaran tidak perlu ditunda. “Bisa langsung ditindak saat itu juga agar tidak terkesan ada pembiaran,” tegas K.H. Ainul Haq. Ilhamdi juga berharap usulan penanganan siswa ramai saat tidak ada guru segera ditindaklanjuti.
Pada sesi berikutnya, Bapak Ainul menekankan pentingnya koordinasi dengan pesantren daerah (pesda) terkait kebijakan madrasah, seperti sosialisasi penutupan gerbang dan penanganan siswa malas. Sesi dialog ditutup Bapak Abd. Rasyid yang menanyakan status guru yang izin sakit. K.H. Ainul Haq menegaskan bahwa ketidakhadiran karena sakit tidak mempengaruhi aturan minimal kehadiran pegawai di yayasan.
Rapat ditutup dengan pembacaan doa oleh K. Abd. Halim, mengakhiri pertemuan yang penuh pencerahan dan penegasan ini. (Sya/Az)















Farhan Maulidi
Rabu, 29 Oktober 2025Semoga MTs. 1 Annuqayah semakin jaya. Sukses selalu almamater tercintaku. ?
Bunda Nail
Rabu, 29 Oktober 2025Subhanallah. Bismillah, semoga semakin baik kedepannya. Terimakasih para Ustadz sudah mendidik dan mengayomi anak kami. Jazakumullah khairal jaza'
M. Syarif Hidayani
Rabu, 29 Oktober 2025Mantap. Tetap menyala almamaterku ?
Yud Yudik
Rabu, 29 Oktober 2025Keren!
Bunda Miza
Rabu, 29 Oktober 2025Keren. Kembangkan.
M. Sattar
Rabu, 29 Oktober 2025Tentang pintu gerbang, mestinya sudah ditutup pukul 07.00 dan guru sudah di kelas agar waktu yang singkat yang dapat dimaksimalkan. Namun untuk saat ini masih terlalu berat diinstruksikan. Semoga suatu saat bisa. Di SMA 1 Annuqayah bisa. Tapi SMA.