MTs. 1 Annuqayah Sukses Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

MTs. 1 Annuqayah Sukses Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah sukses mengadakan Sosialisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) pada awal Mei 2026. Acara berlangsung selama dua hari bertempat di Aula dan Halaman MTs. 1 Annuqayah.

Hari pertama, Sabtu (02/05/2026), kegiatan dikhususkan bagi dewan guru dan staf madrasah yang bertempat di Aula Madrasah. Sementara itu, hari kedua, Ahad (03/05/2026), sosialisasi diperuntukkan bagi seluruh siswa yang diletakkan di halaman madrasah.

Acara di hari pertama berjalan khidmat dan formal. Beberapa pihak yang hadir antara lain Camat Guluk-Guluk, Kepala Desa Guluk-Guluk, Direktur Klinik Pratama Annuqayah, Pengawas Madrasah, Ketua Yayasan Annuqayah, serta Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah Annuqayah.

Kegiatan ini  diawali pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Azrul Hilmi Al-furqan, salah seorang siswa kelas VII B. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan merdu ayat demi ayat. Selanjutnya, Tim Paduan Suara MTs. 1 Annuqayah memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Annuqayah.

Acara dilanjutkan dengan tiga sambutan. Pertama, dari Kepala Madrasah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena SPRA akhirnya terlaksana.

"Ketika kami ditunjuk oleh Kemenag Sumenep sebagai proyek percontohan, tanpa pikir panjang kami mengiyakan. Sebab inilah salah satu ikhtiar kami dalam mewujudkan sekolah nol kekerasan dan nol bullying, atau setidaknya dengan ini kita bisa meminimalisir," ujar beliau.

Menurutnya, semua pihak perlu mempelajari teori baru yang relevan dengan kondisi saat ini. Beliau meyakini nilai-nilai SPRA sejalan dengan nilai-nilai dan tradisi makruf Pondok Pesantren Annuqayah.

Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan memperbaiki layanan dan fasilitas, terutama di bidang kesehatan dan kebersihan.

"Semoga program ini bisa dilaksanakan dengan lancar dan sukses," harap beliau.

Pada sambutan kedua, K. H. Ainul Haq, Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Annuqayah, mewakili pengurus Yayasan Annuqayah, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya. Yayasan Annuqayah mendukung penuh program ini. Bahkan sebelum program diluncurkan, beberapa tahun yang lalu, yayasan sudah bercita-cita menerapkan SPRA di seluruh satuan pendidikan lingkungan pesantren, namun urung terealisasi sebab beberapa hal.

K. Inung, sapaan akrabnya, menuturkan kunci utama pelaksanaan SPRA ini adalah pemahaman terhadap karakteristik murid dan bagaimana menjadi guru yang baik. "Guru adalah penggerak pendidikan, namun itu saja tidak cukup jika tanpa dibekali ruh pendidik. Ruh pendidik inilah yang melahirkan keikhlasan dan rasa cinta," jelasnya.

Sambutan terakhir oleh Kepala Desa Guluk-Guluk, Bpk. Ach. Wali. Beliau berkisah tentang pengalamannya sekitar tahun 2016. Saat itu ia masih menjabat sekretaris desa dan diutus mengikuti sosialisasi sekolah ramah anak dari kementerian perlindungan perempuan dan anak di Surabaya.

"Saya awalnya skeptis dan tidak percaya program ini bisa diterapkan sebab lingkungan dan budaya waktu itu dirasa masih belum cocok. Namun realita bicara lain, dengan  tuntutan zaman, program ini sangat relevan setelah banyak kejadian kekerasan dan bullying menimpa anak-anak kita. Pemerintah desa siap mendukung penuh, baik dari segi fasilitas maupun pelayanan." tuturnya. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin K. Abd. Halim.

Sesi Sosialisasi untuk Guru dan Staf

Setelah rehat lima menit, sesi inti dimulai. Acara ini hanya beranggotakan guru dan staff MTs. 1 Annuqayah.

Bpk. Adnan Hariswanto, selaku Waka. Kurikulum, bertugas sebagai moderator. Narasumber yang hadir adalah Bpk. Usman, M.Pd., Pengawas Kemenag Kabupaten Sumenep.

Moderator membuka diskusi dengan menyampaikan bahwa SPRA tidak hanya melindungi hak siswa, tetapi juga hak guru. Jika program berjalan baik, kondusivitas akan tercipta dan pembelajaran tenang akan lahir dengan sendirinya.

Bpk. Usman, M.Pd. mengawali pemaparan dengan kasus kekerasan siswa terkini. Ia lalu menjelaskan definisi SPRA, mekanisme, serta instrumen standar yang harus dipenuhi. Perhatian khusus diarahkan pada kebijakan dan tindak pendisiplinan yang masih berbasis hukuman, bukan penyadaran.

"Harus ada penyesuaian, salah satunya revisi tata tertib madrasah," tegasnya.

Sesi tanya jawab berlangsung menarik. Bpk. Ilhamdi, guru kelas VII, mengkritisi beberapa kebijakan madrasah serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai SPRA, seperti penanganan siswa terlambat. "Siswa memiliki hak untuk belajar, jangan sampai kebijakan menafikan hak tersebut," ujarnya.

Sosialisasi kepada Seluruh Siswa

Keesokan harinya, Ahad (03/05/2026), giliran siswa yang mendapat sosialisasi. Mereka diimbau datang pukul 06.30, lebih awal dari biasanya. Acara pun dimulai sebelum pukul 07.00.

Bpk. Muaddin, selaku ketua Tim SPRA, memimpin jalannya sosialisasi. Ia menekankan pentingnya melaksanakan kewajiban sebelum menuntut hak.

Kepala Madrasah, Bpk. H. M. Sattar, kembali mengafirmasi pentingnya mematuhi peraturan dan disiplin. Beliau juga menyatakan akan memperbaiki fasilitas penting, terutama di sektor kebersihan dan kesehatan. Hal ini sebagai upaya memfasilitasi agar madrasah ini benar-benar bisa ramah anak. Beliau tidak lupa menjelaskan juga perihal tujuan adanya program ini yaitu meminimalisir tindak kekerasan dan bullying. "Bukan hanya meminimalisir, melainkan meniadakan. Karenanya, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, terutama kepada seluruh siswa." tegas beliau.

Di akhir acara, beliau menyatakan Satuan Pendidikan Ramah Anak resmi aktif saat itu juga. Pernyataan tersebut disambut riuh tepuk tangan seluruh siswa. (Sya/Az)

Share
3 Comments
  • comment author
    Wali Raka
    Selasa, 05 Mei 2026

    Semoga bisa istiqamah ke depannya dan bisa memberikan perubahan baik pada semua pihak

  • comment author
    M. Sattar
    Selasa, 05 Mei 2026

    Aamiyn aamiyn aamiyn. Ini merupakan ikhtiyar untuk terus memaksimalkan tatapendidikan. Tentu ini butuh sinergi dari semua pihak terkait.

  • comment author
    Wali Wail
    Selasa, 05 Mei 2026

    Jujur, ini program yang luar biasa. Sebagai proyek percontohan se-kabupaten Sumenep, MTs. 1 Annuqayah membuktikan eksistensinya. Keren! Semoga lancar dan sukses. Amin.

Berikan Komentarmu