Main Menu
Madrasah Tsanawiyah 1 Annuqayah terletak di sebelah barat kota Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk.
Kepala Sekolah
M. Sattar, M.Pd
Bismillah, alhamdulillah, la hawla wa la quwwata illa billah.
Saya bersyukur dengan diluncurkannya website absensi MTs 1 Annqayah ini. Saya yakin dengan website ini kita akan banyak terbantu dalam menyelesaikan masalah dan meringankan beban tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan.
Website MTs 1 Annuqayah ini dibuat dalam rangka; meringankan beban administrasi madrasah baik yang dilakukan oleh pimpinan, karyawan, guru, dan siswa; sarana silaturrahmi dan informasi kepada wal...
Guluk-Guluk_Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs. 1 Annuqayah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kelas-kelas IX pada Sabtu (24/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menumbuhkan kesadaran murid dalam menjaga kedisiplinan dan menaati tata tertib yang berlaku.Pemeriksaan meliputi kerapian berpakaian, kelengkapan atribut seragam, serta isi tas murid. Langkah ini dilakukan untuk memastikan murid mengenakan seragam sesuai ketentuan sekaligus mengantisipasi kemungkinan dibawanya barang-barang yang dilarang dalam tata tertib madrasah.Guru BK kelas VII, Bpk. Muhammad Surawi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa sidak merupakan program yang direncanakan berlangsung secara berkala setiap bulan. Namun, pada semester ini, kegiatan tersebut baru terlaksana dua kali karena beberapa kendala.“Program sidak ini sebenarnya direncanakan setiap bulan. Namun, pada semester ini baru terlaksana dua kali karena ada beberapa hal yang menjadi kendala,” ujar Bpk. Surawi.Dalam pelaksanaannya, penegakan tata tertib diharapkan tetap sejalan dengan prinsip Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Kedisiplinan tidak hanya dibangun melalui pemeriksaan dan teguran, tetapi juga melalui nasihat serta pembinaan yang membantu murid memahami pentingnya menaati aturan.Salah satu murid kelas IX B, Andika Ramadana Saiful, mengaku terkejut saat mengetahui adanya sidak. Ia menyadari bahwa dirinya lupa mengenakan sabuk karena terburu-buru berangkat ke madrasah pada pagi hari.“Saya tadi pagi terburu-buru berangkat ke madrasah, jadi lupa memakai sabuk,” ungkap siswa yang akrab disapa Rama tersebut.Atas hal tersebut, Rama mendapatkan imbauan dan nasihat dari guru BK agar lebih memperhatikan kelengkapan seragam serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke madrasah.Melalui kegiatan ini, madrasah berharap kesadaran murid dalam menjaga kedisiplinan semakin tumbuh. Selaras dengan semangat SPRA, madrasah berupaya menegakkan aturan secara edukatif dan humanis, sehingga murid tidak hanya memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi juga belajar menaati aturan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_Prof. Dr. H. Ahmad Siboy, S.H., M.H., Guru Besar di Bidang Hukum Tata Negara Universitas Islam Malang sekaligus alumnus MTs. 1 Annuqayah, hadir sebagai narasumber dalam Talk Show Refleksi Hari Santri Nasional 2026 di halaman MTs. 1 Annuqayah, Kamis (22/10).Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Dipandu oleh Bpk. Moh. Azizi, salah seorang guru MTs. 1 Annuqayah, diskusi terasa dekat dengan murid yang hadir.Prof. Ahmad Siboy mengajak mereka merefleksikan kembali hakikat menjadi santri, sekaligus berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman selama menempuh pendidikan di madrasah dan pesantren.Dengan gaya penyampaian yang khas dan sesekali diselingi humor, Prof. Siboy berhasil menarik perhatian para murid. Ia juga mengulas sejarah lahirnya Hari Santri dari sudut pandang keilmuan yang selama ini digelutinya, yakni hukum.Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun kompetensi sebagai bekal menghadapi masa depan. Menurutnya, santri perlu menguasai bidang keilmuan tertentu tanpa mengabaikan ilmu-ilmu lainnya.“Kita harus punya kompetensi karena itulah yang nantinya dicari. Meski begitu, jangan sampai ada dikotomi ilmu. Pelajari semuanya, tetapi tetap harus ada yang kalian prioritaskan. Selain itu, perluas ruang gerak dan jangan takut membangun relasi,” pesannya.Ia kemudian menceritakan pengalamannya semasa mondok di PP. Annuqayah daerah Lubangsa dulu. Saat itu, ia kerap berkunjung ke Latee untuk belajar bahasa Arab bersama teman-temannya. Kedekatan dengan lingkungan pesantren daerah lain, menurutnya, menjadi salah satu pengalaman berharga dalam proses belajar dan membangun pergaulan.“Dulu, meskipun pondok saya Lubangsa, saya sering berada di Latee karena belajar bahasa Arab bersama teman-teman. Tidak jarang juga saya dihukum pihak keamanan karena beberapa hal,” kenang alumnus MTs. 1 Annuqayah tahun 2006 ini yang disambut antusiasme para murid.Suasana semakin cair ketika moderator turut menceritakan sisi lain Prof. Siboy semasa menjadi murid. Ia berkelakar bahwa Prof. Siboy dahulu termasuk murid yang unik karena mampu menjalin kedekatan dengan banyak guru. Bahkan, bukan hanya wali kelasnya sendiri yang menjadi tempat bercerita, melainkan juga wali kelas lainnya.Prof. Siboy juga mengenang pengalamannya saat aktif sebagai pengurus OSIS di MTs. 1 Annuqayah. Baginya, pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dari proses pembentukan diri hingga mencapai posisi seperti sekarang.“Jadi santri itu harus percaya diri. Yang nakal saja bisa jadi profesor, apalagi yang tidak,” ujarnya, yang langsung disambut riuh tawa hadirin.Selain kompetensi dan kepercayaan diri, ia mengingatkan pentingnya menjaga amalan dan kebiasaan baik selama menjadi santri. Menurutnya, apa yang ditanamkan selama berada di pesantren akan memberikan pengaruh dalam kehidupan pada masa mendatang.Ia juga berpesan agar setiap murid memiliki amalan yang diijazahkan oleh kiai sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan.“Selain menjaga salat berjamaah, sampai sekarang saya tetap istiqamah membaca Surah Yasin, Al-Waqiah, dan Al-Mulk dalam keseharian. Saya berharap para murid juga memiliki amalan yang terus dijaga sebagai pegangan hidup,” tuturnya.Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif. Salah seorang murid kelas IX E, Sadana Ghani Al Mughni, mengajukan pertanyaan tentang kedudukan ilmu dan akhlak: mana yang lebih penting di antara keduanya?Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Siboy menegaskan bahwa ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam membentuk pribadi santri yang utuh.“Ilmu itu kendaraan, sedangkan akhlak adalah rambu-rambunya. Ilmu adalah tentang rasio, sementara akhlak adalah soal rasa,” jelas lulusan program doktoral Universitas Brawijaya Malang tersebut.Antusiasme juga dirasakan oleh Alif Badrul Qamar, murid kelas VIII A. Ia mengaku menikmati jalannya talk show yang berlangsung sekitar satu jam. Menurutnya, waktu terasa begitu singkat karena penyampaian Prof. Siboy yang menarik dan diselingi banyak cerita tentang pengalaman semasa mondok.“Saya sangat termotivasi untuk senantiasa belajar dan mengembangkan potensi diri,” ungkap Alif.Melalui dialog dan berbagi pengalaman ini, para murid diajak melihat kembali kehidupan santri bukan hanya sebagai proses menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter, memperluas pergaulan, mengembangkan kompetensi, dan menyiapkan diri menghadapi masa depan. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah memberikan penghargaan kepada sejumlah kelas dalam rangka peringatan Hari Santri, Kamis (22/10). Penghargaan tersebut diberikan dalam tiga kategori, yaitu kelas terbaik dalam menjaga kebersihan, kelengkapan administrasi kelas, serta kelas paling responsif dalam memenuhi kelengkapan administrasi.Program ini diinisiasi oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd.I., yang telah direncanakan sejak awal tahun kegiatan belajar mengajar dan sudah dikoordinasikan secara intens dengan para wali kelas melalui rapat bulanan. Pengurus kelas juga pernah dikumpulkan untuk menyosialisasikan program tersebut.Penilaian dilakukan secara berkala dengan melibatkan tim penilai. Dengan demikian, penghargaan diberikan berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, bukan hanya dari satu kali penilaian.Bpk. Adnan Hariswanto menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat mendorong murid untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan ketertiban kelas.“Melalui program ini, kami berharap murid semakin bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan melengkapi administrasi kelas. Kami ingin kesadaran itu tumbuh dalam keseharian mereka, bukan hanya ketika ada penilaian,” ujarnya.Dalam penghargaan tahun ini, kategori kelas terbaik dalam menjaga kebersihan diraih oleh kelas VII F, VII C, VIII B, VIII G, IX A, dan IX F. Kategori kelengkapan administrasi kelas diberikan kepada VIII A dan IX E, sedangkan kategori kelas paling responsif dalam memenuhi kelengkapan administrasi diraih oleh VII E.M. Irvin Ardiona, Ketua Kelas VIII G, mengaku bangga atas penghargaan yang diperoleh kelasnya. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari semangat teman-teman sekelas dan bimbingan wali kelas.“Alhamdulillah, saya bangga atas prestasi yang diperoleh kelas kami. Ini berkat semangat teman-teman dan bimbingan wali kelas yang senantiasa mengayomi kami. Semoga kelas kami tetap istiqamah dalam menjaga kebersihan dan kerapian,” tuturnya.Melalui program ini, MTs. 1 Annuqayah berupaya membangun kebiasaan positif di kalangan murid, terutama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kelas serta memenuhi kelengkapan administrasi secara bertanggung jawab. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_Murid MTs. 1 Annuqayah menunjukkan kompetensi, keterampilan, dan kreativitasnya dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, mereka menampilkan pembacaan puisi berbahasa Arab, lantunan irregular verbs dalam bahasa Inggris, serta nadham Imrithi yang diiringi tabuhan hadrah Al-Banjari.Penampilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membudayakan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.Mohammad Shafiyurrahman Asshaleh dan Ach. Zainuddin, murid kelas IX A, mendapat giliran pertama. Keduanya membacakan puisi berbahasa Arab secara bergantian. Dengan pembawaan yang tenang dan penghayatan yang kuat, mereka berhasil menarik perhatian penonton. Nuansa sedih dalam puisi yang dibacakan membuat suasana semakin terasa dan mengundang penonton untuk menyimak dengan saksama.Suasana kegiatan juga terasa hidup berkat dua pembawa acara, Ach. Iffanul Khairil Hazim dari kelas IX B dan Moh. Ali Rifqi dari kelas IX F. Keduanya membawakan acara dengan gaya jenaka dan santai, sehingga penonton tampak antusias menantikan penampilan berikutnya. Kuis berhadiah yang disisipkan di sela-sela penampilan turut menambah kemeriahan acara.Penampilan berikutnya adalah pembacaan irregular verbs atau kata kerja tidak beraturan dalam bahasa Inggris. Diiringi tabuhan alat musik Al-Banjari, para murid melantunkan daftar kata kerja tersebut dengan irama yang menarik. Materi yang bagi sebagian murid dianggap sulit itu dikemas menjadi penampilan yang menyenangkan.Bpk. Syaifuddin Azzuhri, M.E., guru bahasa Inggris sekaligus pendamping penampilan tersebut, berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus terasa sulit.“Harapannya, melalui penampilan seperti ini, murid bisa melihat bahwa belajar bahasa Inggris itu mudah dan menyenangkan,” ujarnya.Ahmad Farhan Ramadhani, salah seorang murid yang turut tampil, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri tahun ini. Ia juga merasa kegiatan tersebut sesuai dengan minatnya terhadap bahasa Inggris.“Saya senang bisa ikut tampil, apalagi bahasa Inggris memang materi yang sangat saya sukai. Di pondok, saya juga mengikuti lembaga khusus untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris,” ungkapnya.Penampilan terakhir diisi dengan lantunan nadham Imrithi oleh M. Hilal Kurniawan dan kawan-kawan. Bait-bait nadham dilantunkan dengan iringan tabuhan khas hadrah Al-Banjari. Suasana semakin semarak ketika sejumlah murid yang hadir turut mengikuti lantunan tersebut. Pasalnya, nadham Imrithi merupakan salah satu materi yang wajib dihafalkan oleh murid kelas VII.Bpk. Lukmanul Hakim, S.Ag., selaku pendamping penampilan sekaligus pengampu materi Imrithi di kelas VII, menjelaskan bahwa para murid telah akrab dengan bait-bait nadham tersebut melalui kegiatan pembelajaran.“Di kelas VII, nadham Imrithi merupakan materi yang wajib dihafalkan. Karena itu, ketika dilantunkan bersama dengan iringan hadrah Al-Banjari, banyak murid yang ikut bernyanyi karena sudah hafal bait-baitnya,” jelasnya.Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya kuis berhadiah yang digelar secara bergantian di sela-sela penampilan. Para murid tampak antusias menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Hadiah berupa voucher belanja di Koperasi Lubangsa menjadi daya tarik tersendiri yang membuat suasana kegiatan semakin hidup. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_Perpustakaan MTs. 1 Annuqayah terus berupaya meningkatkan minat baca murid. Setelah sebelumnya melakukan pengadaan bahan pustaka berupa buku, kini pengurus perpustakaan menghadirkan stand khusus untuk meletakkan koran di halaman madrasah.Jika sebelumnya murid harus berkunjung ke perpustakaan untuk membaca koran, kini mereka bisa mengaksesnya dengan lebih mudah. Koran ditempatkan di area strategis yang menjadi jalur lalu lalang murid, sehingga mereka dapat membacanya di sela-sela aktivitas di madrasah.Kepala Perpustakaan MTs. 1 Annuqayah, Bpk. Moh. Syamsul Ma’arif, M.Pd., menjelaskan bahwa pemasangan stand koran ini baru terealisasi sekitar dua minggu lalu. Padahal, pengajuannya telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Namun, sejumlah kendala membuat rencana tersebut baru bisa terlaksana sekarang.Ia berharap, keberadaan stand koran ini dapat meningkatkan semangat membaca murid sekaligus mendorong mereka agar lebih melek informasi tentang berbagai perkembangan di luar lingkungan pesantren.Salah seorang murid kelas VIII E, Abdul Mauni Rachman, mengaku antusias dengan hadirnya fasilitas tersebut. Murid yang akrab disapa Doni itu merasa keberadaan stand koran semakin memudahkannya dalam memperoleh informasi dari luar.“Kalau koran diletakkan di perpustakaan, terkadang saya merasa malas karena lokasinya cukup jauh dan harus berdesakan dengan murid lain. Kalau di sini lebih nyaman, tempatnya luas dan saya juga sering lewat,” tuturnya.Hal senada disampaikan Ach. Iffanul Khairil Hazim, murid kelas IX MTs. 1 Annuqayah. Ia mengakui bahwa sebelumnya jarang berkunjung ke perpustakaan, termasuk untuk membaca koran. Namun, kehadiran stand koran di halaman madrasah mulai menarik minatnya untuk membaca.“Sebelumnya sesekali saya membaca koran di pondok, tetapi di sini saya lebih sering karena lokasinya sangat strategis di halaman madrasah,” ungkapnya.Kehadiran stand koran ini diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mendekatkan murid dengan bahan bacaan. Dengan penempatan yang lebih mudah dijangkau, murid memiliki kesempatan lebih besar untuk membaca dan mengikuti perkembangan informasi di tengah aktivitas sehari-hari di madrasah. (Sya/Az)
Mts.1Annuqayah_08 Oktober 2026. MTs. 1 Annuqayah pagi ini menggelar tahlil dan doa bersama untuk mengenang serta mendoakan ananda Janis Hidayatullah Nuryakin, siswa MTs. 1 Annuqayah Kelas VII F yang telah berpulang ke rahmatullah (07/10).Kegiatan tahlil bersama tersebut dilaksanakan pada Kamis pagi, pukul 07.15 WIB, bertempat di halaman MTs. 1 Annuqayah. Seluruh keluarga besar Madrasah turut mengikuti rangkaian doa dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum.Melalui lantunan tahlil yang di pimpin langsung oleh bapak Haskil, S.Ag., dan doa oleh bapak Ach. Fayyadl, S.Pd.I. serta seluruh siswa memanjatkan harapan agar Allah SWT. mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.Keluarga besar MTs. 1 Annuqayah juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.Selamat jalan, Ananda Janis Hidayatullah Nuryakin. Semoga husnul khātimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin. (albert)
Aktivitas MTs 1 Annuqayah.
""
Jumlah Siswa
Jumlah Guru
Jumlah Alumni
Jumlah Prestasi
Punya pertanyaan seputar pendaftaran, informasi umum, atau layanan administrasi? Silakan hubungi kami atau kirim pesan melalui form yang tersedia.
Jl. PP.Annuqayah Guluk No.184, Guluk Guluk Timur I, Guluk-guluk, Kec. Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69463
081779980157
info@mts1annuqayah.sch.id
Kami siap melayani informasi dan pertanyaan Anda