Main Menu
Madrasah Tsanawiyah 1 Annuqayah terletak di sebelah barat kota Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk.
Kepala Sekolah
M. Sattar, M.Pd
Bismillah, alhamdulillah, la hawla wa la quwwata illa billah.
Saya bersyukur dengan diluncurkannya website absensi MTs 1 Annqayah ini. Saya yakin dengan website ini kita akan banyak terbantu dalam menyelesaikan masalah dan meringankan beban tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan.
Website MTs 1 Annuqayah ini dibuat dalam rangka; meringankan beban administrasi madrasah baik yang dilakukan oleh pimpinan, karyawan, guru, dan siswa; sarana silaturrahmi dan informasi kepada wal...
Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah memberikan penghargaan kepada sejumlah kelas dalam rangka peringatan Hari Santri, Kamis (22/10). Penghargaan tersebut diberikan dalam tiga kategori, yaitu kelas terbaik dalam menjaga kebersihan, kelengkapan administrasi kelas, serta kelas paling responsif dalam memenuhi kelengkapan administrasi.Program ini diinisiasi oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd.I., yang telah direncanakan sejak awal tahun kegiatan belajar mengajar dan sudah dikoordinasikan secara intens dengan para wali kelas melalui rapat bulanan. Pengurus kelas juga pernah dikumpulkan untuk menyosialisasikan program tersebut.Penilaian dilakukan secara berkala dengan melibatkan tim penilai. Dengan demikian, penghargaan diberikan berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, bukan hanya dari satu kali penilaian.Bpk. Adnan Hariswanto menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat mendorong murid untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan ketertiban kelas.“Melalui program ini, kami berharap murid semakin bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan melengkapi administrasi kelas. Kami ingin kesadaran itu tumbuh dalam keseharian mereka, bukan hanya ketika ada penilaian,” ujarnya.Dalam penghargaan tahun ini, kategori kelas terbaik dalam menjaga kebersihan diraih oleh kelas VII F, VII C, VIII B, VIII G, IX A, dan IX F. Kategori kelengkapan administrasi kelas diberikan kepada VIII A dan IX E, sedangkan kategori kelas paling responsif dalam memenuhi kelengkapan administrasi diraih oleh VII E.M. Irvin Ardiona, Ketua Kelas VIII G, mengaku bangga atas penghargaan yang diperoleh kelasnya. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari semangat teman-teman sekelas dan bimbingan wali kelas.“Alhamdulillah, saya bangga atas prestasi yang diperoleh kelas kami. Ini berkat semangat teman-teman dan bimbingan wali kelas yang senantiasa mengayomi kami. Semoga kelas kami tetap istiqamah dalam menjaga kebersihan dan kerapian,” tuturnya.Melalui program ini, MTs. 1 Annuqayah berupaya membangun kebiasaan positif di kalangan murid, terutama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kelas serta memenuhi kelengkapan administrasi secara bertanggung jawab. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_Murid MTs. 1 Annuqayah menunjukkan kompetensi, keterampilan, dan kreativitasnya dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, mereka menampilkan pembacaan puisi berbahasa Arab, lantunan irregular verbs dalam bahasa Inggris, serta nadham Imrithi yang diiringi tabuhan hadrah Al-Banjari.Penampilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membudayakan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.Mohammad Shafiyurrahman Asshaleh dan Ach. Zainuddin, murid kelas IX A, mendapat giliran pertama. Keduanya membacakan puisi berbahasa Arab secara bergantian. Dengan pembawaan yang tenang dan penghayatan yang kuat, mereka berhasil menarik perhatian penonton. Nuansa sedih dalam puisi yang dibacakan membuat suasana semakin terasa dan mengundang penonton untuk menyimak dengan saksama.Suasana kegiatan juga terasa hidup berkat dua pembawa acara, Ach. Iffanul Khairil Hazim dari kelas IX B dan Moh. Ali Rifqi dari kelas IX F. Keduanya membawakan acara dengan gaya jenaka dan santai, sehingga penonton tampak antusias menantikan penampilan berikutnya. Kuis berhadiah yang disisipkan di sela-sela penampilan turut menambah kemeriahan acara.Penampilan berikutnya adalah pembacaan irregular verbs atau kata kerja tidak beraturan dalam bahasa Inggris. Diiringi tabuhan alat musik Al-Banjari, para murid melantunkan daftar kata kerja tersebut dengan irama yang menarik. Materi yang bagi sebagian murid dianggap sulit itu dikemas menjadi penampilan yang menyenangkan.Bpk. Syaifuddin Azzuhri, M.E., guru bahasa Inggris sekaligus pendamping penampilan tersebut, berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus terasa sulit.“Harapannya, melalui penampilan seperti ini, murid bisa melihat bahwa belajar bahasa Inggris itu mudah dan menyenangkan,” ujarnya.Ahmad Farhan Ramadhani, salah seorang murid yang turut tampil, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri tahun ini. Ia juga merasa kegiatan tersebut sesuai dengan minatnya terhadap bahasa Inggris.“Saya senang bisa ikut tampil, apalagi bahasa Inggris memang materi yang sangat saya sukai. Di pondok, saya juga mengikuti lembaga khusus untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris,” ungkapnya.Penampilan terakhir diisi dengan lantunan nadham Imrithi oleh M. Hilal Kurniawan dan kawan-kawan. Bait-bait nadham dilantunkan dengan iringan tabuhan khas hadrah Al-Banjari. Suasana semakin semarak ketika sejumlah murid yang hadir turut mengikuti lantunan tersebut. Pasalnya, nadham Imrithi merupakan salah satu materi yang wajib dihafalkan oleh murid kelas VII.Bpk. Lukmanul Hakim, S.Ag., selaku pendamping penampilan sekaligus pengampu materi Imrithi di kelas VII, menjelaskan bahwa para murid telah akrab dengan bait-bait nadham tersebut melalui kegiatan pembelajaran.“Di kelas VII, nadham Imrithi merupakan materi yang wajib dihafalkan. Karena itu, ketika dilantunkan bersama dengan iringan hadrah Al-Banjari, banyak murid yang ikut bernyanyi karena sudah hafal bait-baitnya,” jelasnya.Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya kuis berhadiah yang digelar secara bergantian di sela-sela penampilan. Para murid tampak antusias menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Hadiah berupa voucher belanja di Koperasi Lubangsa menjadi daya tarik tersendiri yang membuat suasana kegiatan semakin hidup. (Sya/Az)
Guluk-Guluk_Perpustakaan MTs. 1 Annuqayah terus berupaya meningkatkan minat baca murid. Setelah sebelumnya melakukan pengadaan bahan pustaka berupa buku, kini pengurus perpustakaan menghadirkan stand khusus untuk meletakkan koran di halaman madrasah.Jika sebelumnya murid harus berkunjung ke perpustakaan untuk membaca koran, kini mereka bisa mengaksesnya dengan lebih mudah. Koran ditempatkan di area strategis yang menjadi jalur lalu lalang murid, sehingga mereka dapat membacanya di sela-sela aktivitas di madrasah.Kepala Perpustakaan MTs. 1 Annuqayah, Bpk. Moh. Syamsul Ma’arif, M.Pd., menjelaskan bahwa pemasangan stand koran ini baru terealisasi sekitar dua minggu lalu. Padahal, pengajuannya telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Namun, sejumlah kendala membuat rencana tersebut baru bisa terlaksana sekarang.Ia berharap, keberadaan stand koran ini dapat meningkatkan semangat membaca murid sekaligus mendorong mereka agar lebih melek informasi tentang berbagai perkembangan di luar lingkungan pesantren.Salah seorang murid kelas VIII E, Abdul Mauni Rachman, mengaku antusias dengan hadirnya fasilitas tersebut. Murid yang akrab disapa Doni itu merasa keberadaan stand koran semakin memudahkannya dalam memperoleh informasi dari luar.“Kalau koran diletakkan di perpustakaan, terkadang saya merasa malas karena lokasinya cukup jauh dan harus berdesakan dengan murid lain. Kalau di sini lebih nyaman, tempatnya luas dan saya juga sering lewat,” tuturnya.Hal senada disampaikan Ach. Iffanul Khairil Hazim, murid kelas IX MTs. 1 Annuqayah. Ia mengakui bahwa sebelumnya jarang berkunjung ke perpustakaan, termasuk untuk membaca koran. Namun, kehadiran stand koran di halaman madrasah mulai menarik minatnya untuk membaca.“Sebelumnya sesekali saya membaca koran di pondok, tetapi di sini saya lebih sering karena lokasinya sangat strategis di halaman madrasah,” ungkapnya.Kehadiran stand koran ini diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mendekatkan murid dengan bahan bacaan. Dengan penempatan yang lebih mudah dijangkau, murid memiliki kesempatan lebih besar untuk membaca dan mengikuti perkembangan informasi di tengah aktivitas sehari-hari di madrasah. (Sya/Az)
Mts.1Annuqayah_08 Oktober 2026. MTs. 1 Annuqayah pagi ini menggelar tahlil dan doa bersama untuk mengenang serta mendoakan ananda Janis Hidayatullah Nuryakin, siswa MTs. 1 Annuqayah Kelas VII F yang telah berpulang ke rahmatullah (07/10).Kegiatan tahlil bersama tersebut dilaksanakan pada Kamis pagi, pukul 07.15 WIB, bertempat di halaman MTs. 1 Annuqayah. Seluruh keluarga besar Madrasah turut mengikuti rangkaian doa dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum.Melalui lantunan tahlil yang di pimpin langsung oleh bapak Haskil, S.Ag., dan doa oleh bapak Ach. Fayyadl, S.Pd.I. serta seluruh siswa memanjatkan harapan agar Allah SWT. mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.Keluarga besar MTs. 1 Annuqayah juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.Selamat jalan, Ananda Janis Hidayatullah Nuryakin. Semoga husnul khātimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin. (albert)
Guluk-Guluk — MTs. 1 Annuqayah menggelar Temu Wali Murid Kelas VII dan murid mutasi masuk pada Rabu (19/8). Bertempat di Auditorium MTs. 1 Annuqayah, kegiatan ini menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara madrasah, pesantren, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan murid.Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), ketua pengurus setiap pesantren daerah, serta wali murid kelas VII dan murid mutasi masuk. Turut hadir Komite Madrasah dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq.Acara dibuka oleh pembawa acara, Bpk. Moh. Syamsul Ma'arif. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Ainur Rafiq, murid kelas VII F. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Annuqayah dipimpin oleh Tim Paduan Suara MTs.1 Annuqayah.Memasuki sesi sambutan, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putranya kepada PP. Annuqayah dan MTs. 1 Annuqayah.Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi murid untuk berproses membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan karakter."Di pesantren, anak-anak kita akan berproses dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka diajarkan untuk mandiri dan disiplin dalam berbagai hal," ujarnya.Ia menjelaskan, madrasah terus membangun sinergi dengan pesantren karena sebagian besar waktu murid dihabiskan di lingkungan pesantren. Menurutnya, kerja sama antara keduanya menjadi penting, terutama ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan perkembangan dan pembinaan murid."Karena waktu anak-anak lebih banyak di pondok, ketika ada persoalan yang berkaitan dengan mereka, tentu harus kita atasi bersama-sama," katanya.Selain pesantren, Bpk. H. M. Sattar menilai orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Orang tua, menurutnya, merupakan pihak yang paling tahu kondisi dan kebiasaan anak ketika berada di rumah.Karena itu, ia mengajak wali murid untuk terus melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun di pesantren ketika anak-anak berada di rumah, terutama saat liburan. Kebiasaan seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan menjaga kedisiplinan diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita di rumah.Temu Wali Murid tahun ini mengusung tema "Bersinergi dalam Pendidikan, Berkarakter dalam Kehidupan, Bersama Mewujudkan Pendidikan Ramah Anak." Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan murid membutuhkan keterlibatan bersama antara madrasah, pesantren, dan keluarga.Pesan serupa disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq. Dalam sambutannya, ia menyebut setidaknya ada tiga unsur utama yang menentukan keberhasilan pendidikan seorang murid, yakni murid, guru, dan orang tua."Ketiganya harus saling melengkapi. Tidak boleh ada satu yang berjalan sendiri," tuturnya.Ia juga mengingatkan para orang tua agar dapat memahami dan mendukung berbagai kebijakan yang diterapkan oleh madrasah maupun pesantren. Menurutnya, setiap kebijakan pada dasarnya diarahkan untuk kebaikan dan perkembangan anak.Ia menyadari bahwa dalam praktiknya terkadang ada orang tua yang merasa kurang sabar atau belum sepenuhnya dapat menerima kebijakan madrasah dan pesantren. Karena itu, komunikasi dan saling memahami menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang baik.Dalam kesempatan tersebut, K.H. Ainul Haq juga mengingatkan bahwa tujuan utama menuntut ilmu tidak semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan, menurutnya, memiliki tujuan yang lebih mendasar, yakni menghilangkan kebodohan dan membentuk manusia yang berilmu serta berkarakter.Untuk membuat penyampaian lebih dekat dengan para wali murid, ia menyelipkan sejumlah cerita dan kisah hikmah di tengah materi. Cara tersebut membuat suasana pertemuan tetap hangat dan tidak terasa seperti forum yang terlalu formal.Sebelum memasuki sesi informasi kemadrasahan, panitia memberikan jeda dengan pemutaran video berisi surat cinta murid kepada orang tua. Video tersebut juga menampilkan sejumlah dokumentasi kegiatan di MTs. 1 Annuqayah.Suasana auditorium seketika berubah lebih emosional ketika para wali murid menyaksikan pesan dan ungkapan dari anak-anak mereka. Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik proses pendidikan di madrasah dan pesantren, terdapat hubungan dan harapan besar antara anak dan orang tua.Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing informasi kemadrasahan yang dipandu oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto. Pada sesi ini, ia memperkenalkan jajaran pimpinan madrasah, guru BK, dan wali kelas kepada para wali murid.Ia kemudian menjelaskan sejumlah informasi penting yang perlu diketahui orang tua selama mendampingi pendidikan anak di MTs. 1 Annuqayah. Materi yang disampaikan mencakup Keuangan madrasah atau SPP, mekanisme perizinan murid, penggunaan aplikasi madrasah, hingga prosedur penanganan murid yang menghadapi persoalan tertentu, terutama di kedisiplinan.Sesi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami mekanisme komunikasi dan layanan yang tersedia di madrasah sehingga persoalan yang berkaitan dengan murid dapat ditangani secara lebih terarah.Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Hazqil, salah seorang guru senior MTs. 1 Annuqayah.Panitia Sei. Acara, Bpk. Ainul Fadal, mengatakan pelaksanaan Temu Wali Murid berjalan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan panitia sejak jauh hari."Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Persiapan sudah kami lakukan semaksimal mungkin sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.Dari sekitar 290 undangan yang disebarkan, tingkat kehadiran wali murid tercatat mendekati 90 persen. Sejumlah wali murid yang tidak dapat hadir umumnya terkendala jarak, terutama mereka yang berasal dari luar Madura dan wilayah kepulauan.Tingginya kehadiran tersebut menunjukkan antusiasme orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak. Bagi MTs. 1 Annuqayah, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kerja sama yang lebih erat antara madrasah, pesantren, dan keluarga dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak. (Sya/Az)
Guluk-Guluk — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MTs. 1 Annuqayah tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Melalui upacara bendera yang digelar di halaman madrasah pada Senin (17/8), seluruh keluarga besar MTs. 1 Annuqayah diajak kembali merefleksikan makna kemerdekaan dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini.Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh petugas berasal dari tenaga pendidik dan kependidikan MTs. 1 Annuqayah. Bpk. Muaddin, S.Ag., bertugas sebagai pemimpin upacara, sedangkan Bpk. Edi Slinoto, S.Ag., menjadi pemimpin barisan.Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd., Bpk. Muhammad Sauqi, M.Pd., dan Bpk. Muhammadun, S.Pd.I. Pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin dan diiringi oleh tim paduan suara MTs. 1 Annuqayah.Rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, kemudian pembacaan Pancasila oleh pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I.Selanjutnya, Bpk. Akis, S.Th.I., membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disusul pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bpk. Mulki, S.Pd.I.Memasuki amanat pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang kemerdekaan sebatas perayaan seremonial. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk mengingat kembali pengorbanan para pendahulu sekaligus menyadari tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan."Kalau hari ini kita hanya merayakan kemerdekaan dalam bentuk seremonial, tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan para mujahid yang dahulu memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.Beliau mengatakan, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena itu, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan kemampuan mengelola akal dan hati.K.H. Muhammad Ali Fikri kemudian mengajak peserta melihat bahwa bentuk penjajahan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu penjajahan berlangsung secara fisik dengan senjata, kini ancaman dapat hadir dalam bentuk yang lebih halus, salah satunya melalui pengaruh terhadap pikiran dan pola pikir."Kalau dulu kita dijajah secara fisik dan ancamannya berupa senjata, sekarang bentuknya berbeda. Pikiran dan pola pikir kita bisa dijajah sehingga kita tidak berkembang dan tetap berada dalam ketidaktahuan," katanya.Dalam menghadapi tantangan tersebut, ia menilai lingkungan pesantren memiliki peran penting. Menurut beliau, kehidupan pesantren memberikan ruang bagi santri untuk belajar, berkembang, sekaligus mendapatkan bimbingan agar mampu menyikapi berbagai pengaruh yang datang dari luar."Karena itu, kalian sangat beruntung bisa mondok di pesantren. Di sini kita diarahkan untuk cermat merespons berbagai hal yang berpotensi merusak diri. Kita dididik untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.Menutup amanatnya, K.H. Muhammad Ali Fikri berpesan kepada para murid agar tidak pernah lelah memperbaiki niat dan menjaga semangat untuk terus berkembang. Menurutnya, proses pendidikan yang dijalani bukan semata-mata untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi jalan untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan menghormati jasa para muassis Pondok Pesantren Annuqayah."Jangan pernah lelah untuk terus memperbaiki niat dan semangat demi kemajuan diri. Jadikan perjalanan pendidikan ini sebagai ikhtiar untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan para muassis Annuqayah," pesannya.Setelah amanat selesai, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bpk. Ainul Fadal, S.H.I. Pemimpin upacara kemudian menyampaikan laporan kepada pembina upacara, sebelum seluruh peserta memberikan penghormatan dan K.H. Muhammad Ali Fikri meninggalkan lapangan upacara.Bpk. Muaddin, S.Ag., selanjutnya meninggalkan lapangan setelah menerima penghormatan dari peserta. Upacara kemudian dinyatakan selesai dan seluruh barisan dibubarkan.Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MTs. 1 Annuqayah pun berakhir. Namun, pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, melainkan juga tentang bagaimana setiap generasi mampu menjaga pikiran, hati, dan semangat untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat. (Sya/Az)
Aktivitas MTs 1 Annuqayah.
""
Jumlah Siswa
Jumlah Guru
Jumlah Alumni
Jumlah Prestasi
Punya pertanyaan seputar pendaftaran, informasi umum, atau layanan administrasi? Silakan hubungi kami atau kirim pesan melalui form yang tersedia.
Jl. PP.Annuqayah Guluk No.184, Guluk Guluk Timur I, Guluk-guluk, Kec. Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69463
081779980157
info@mts1annuqayah.sch.id
Kami siap melayani informasi dan pertanyaan Anda