MTs 1 Annuqayah
Selamat Datang di

Website Resmi
MTs 1 Annuqayah

Madrasah Tsanawiyah 1 Annuqayah terletak di sebelah barat kota Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk.

Sambutan Kepala Sekolah

Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Bismillah, alhamdulillah, la hawla wa la quwwata illa billah.

Saya bersyukur dengan diluncurkannya website absensi MTs 1 Annqayah ini. Saya yakin dengan website ini kita akan banyak terbantu dalam menyelesaikan masalah dan meringankan beban tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan.

Website MTs 1 Annuqayah ini dibuat dalam rangka; meringankan beban administrasi madrasah baik yang dilakukan oleh pimpinan, karyawan, guru, dan siswa;  sarana silaturrahmi dan informasi kepada wali siswa, ser...

BERITA TERKINI

Informasi & Kegiatan Terbaru

Gelar Rapat Perdana Wali Kelas, MTs. 1 Annuqayah Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Murid Berita
Sabtu, 25 Juli 2026

Gelar Rapat Perdana Wali Kelas, MTs. 1 Annuqayah Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Murid

Guluk-Guluk — MTs. 1 Annuqayah menggelar rapat perdana bersama jajaran pimpinan madrasah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta seluruh wali kelas pada Rabu (22/7). Pertemuan yang berlangsung di Aula Mini MTs. 1 Annuqayah, yang juga difungsikan sebagai ruang wali kelas, menjadi forum awal untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi mengenai tugas dan tanggung jawab wali kelas selama satu tahun pelajaran.Rapat dipandu oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd.I. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarguru, tetapi juga bertujuan memperkuat pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi wali kelas sebagai garda terdepan dalam pembinaan murid.Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa wali kelas memegang peran sentral dalam mendampingi perkembangan murid, baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter. Menurutnya, wali kelas juga menjadi penghubung utama antara madrasah dan orang tua atau wali murid."Wali kelas bertanggung jawab penuh terhadap murid di kelasnya, termasuk menjalin komunikasi yang baik dengan wali murid. Itu merupakan tugas paling mendasar yang harus dijalankan," ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Bpk. H. M. Sattar juga menyoroti beberapa persoalan yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait murid yang mengajukan mutasi ke sekolah lain sebelum menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh terulang.Karena itu, ke depan setiap pengajuan mutasi keluar harus memperoleh rekomendasi dari wali kelas setelah dipastikan seluruh persoalan administrasi maupun pembinaan telah diselesaikan. Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan sikap tanggung jawab kepada para murid.Selain itu, ia berharap program jam wali kelas dapat diaktifkan kembali dan dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembinaan, pendampingan, serta komunikasi antara wali kelas dan murid.Pada sesi berikutnya, Bpk. Adnan Hariswanto memaparkan standar fasilitas yang perlu tersedia di setiap ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa terdapat perlengkapan yang bersifat wajib maupun pendukung, dan pemenuhannya diharapkan dapat dirancang bersama para murid.Menurutnya, pelibatan murid dalam menata dan melengkapi kelas merupakan bagian dari pembelajaran berorganisasi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan belajar."Biarkan mereka bermusyawarah menentukan kebutuhan kelasnya. Dari situ mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan berorganisasi sejak dini," katanya.Ia juga mengumumkan bahwa pada akhir Semester I, madrasah akan memberikan penghargaan berupa Anugerah Kelas Terindah sebagai bentuk apresiasi kepada kelas yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan tertata dengan baik.Memasuki sesi diskusi, sejumlah wali kelas menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi ruang belajar. Wali Kelas VIII G, Bpk. Syafie, mengungkapkan bahwa kondisi setiap kelas tidak sama. Beberapa ruang dinilai sudah memadai, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perbaikan, seperti pengecatan ulang dan pembenahan fasilitas pendukung.Sementara itu, Wali Kelas VIII E, K. Hazqil, menyoroti persoalan gembok lemari kelas yang kerap mengalami kerusakan atau hilang. Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan solusi yang dapat diterapkan secara menyeluruh oleh madrasah.Menanggapi berbagai masukan tersebut, Waka. Sarana dan Prasarana, Bpk. Akis, menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi seluruh ruang kelas. Ia memastikan setiap kerusakan yang ditemukan akan segera ditindaklanjuti sesuai tingkat kebutuhannya.Selain itu, madrasah juga berencana mengganti seluruh kunci lemari kelas dengan jenis yang lebih kokoh dan aman agar tidak mudah rusak maupun dibuka secara paksa.Melalui rapat perdana ini, MTs. 1 Annuqayah berharap terbangun koordinasi yang semakin solid antara pimpinan madrasah, guru BK, dan wali kelas, sehingga layanan pembinaan, pendampingan, serta komunikasi dengan murid dan wali murid dapat berjalan lebih optimal. (Sya/Az)

Hari Ketiga, Belajar PHBS, Mengenal Lingkungan Madrasah, hingga Resmi Ditutup Berita
Kamis, 16 Juli 2026

Hari Ketiga, Belajar PHBS, Mengenal Lingkungan Madrasah, hingga Resmi Ditutup

Guluk-Guluk — Rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 MTs. 1 Annuqayah resmi berakhir pada Selasa (14/7). Hari terakhir diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali murid baru, mulai dari penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengenalan lingkungan madrasah, hingga prosesi penutupan.Kegiatan diawali sejak pukul 07.30 WIB di Auditorium MTs. 1 Annuqayah. Sebelum memasuki sesi materi, para peserta mengikuti ice breaking berupa permainan edukatif dan penampilan bakat dari beberapa murid, sehingga suasana berlangsung hangat dan penuh semangat.Materi PHBS disampaikan oleh Waka. Kurikulum, Bpk. Adnan Hariswanto. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi setiap murid untuk belajar dan beraktivitas secara optimal.Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang baik, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman."Kesehatan adalah nikmat yang harus dijaga. Ketika kita sehat, kita dapat belajar dan beraktivitas secara maksimal. Karena itu, kita juga harus membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.Bpk. Adnan juga mengajak para murid untuk membiasakan budaya peduli lingkungan sebagaimana terus dikembangkan di Pondok Pesantren Annuqayah. Ia menekankan pentingnya mengelola sampah secara bijak, bahkan jika memungkinkan berupaya mengurangi produksi sampah sejak awal.Usai penyampaian materi, para peserta makan bersama MBG. Selanjutnya, mereka diajak mengenal lingkungan madrasah melalui kegiatan observasi lapangan.Dalam kegiatan tersebut, murid baru berkeliling mengunjungi berbagai fasilitas yang akan mereka gunakan selama belajar di MTs. 1 Annuqayah, seperti ruang kelas, ruang Bimbingan dan Konseling (BK), perpustakaan, laboratorium komputer, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang OSIS, ruang guru, kantor madrasah, hingga fasilitas toilet dan kamar mandi.Salah seorang peserta, Moh. Rofiqi dari Kelompok 2, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan lingkungan madrasah membuat dirinya lebih mengenal berbagai fasilitas yang tersedia sehingga merasa lebih siap mengikuti kegiatan belajar."Alhamdulillah, sekarang saya jadi lebih tahu letak berbagai ruangan dan fasilitas yang ada di madrasah," katanya.Setelah seluruh rangkaian pengenalan lingkungan selesai, peserta kembali berkumpul di auditorium untuk mengikuti acara penutupan MATAMUDA 2026.Prosesi penutupan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf MTs. 1 Annuqayah. Acara diawali oleh pembawa acara, Bpk. Moh. Syamsul Ma'arif, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah seorang peserta MATAMUDA.Dalam sambutannya, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid baru yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.Ia berharap pengalaman selama tiga hari mengikuti MATAMUDA menjadi bekal awal bagi para murid untuk beradaptasi dengan kehidupan madrasah."Selamat bergabung di keluarga besar MTs. 1 Annuqayah. Saya yakin kalian kini sudah lebih mengenal lingkungan, budaya, dan kebiasaan baik yang ada di madrasah ini. Mari kita jaga dan biasakan nilai-nilai baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.Sebagai tanda berakhirnya kegiatan, Bpk. H. M. Sattar secara simbolis menutup MATAMUDA 2026 dengan melepaskan atribut salah seorang peserta. Prosesi tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang memenuhi auditorium.Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dan kelompok terbaik selama pelaksanaan MATAMUDA 2026. Predikat peserta terbaik diraih oleh Ahmad Ainur Rofiq dari Kelompok 1 yang berasal dari Sera Barat, Bluto, sedangkan penghargaan kelompok terbaik diberikan kepada Kelompok 5.Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Waka. Sarana dan Prasarana, Bpk. Abd. Muthallib, S.Th.I.Berakhirnya MATAMUDA 2026 menandai dimulainya perjalanan para murid baru sebagai bagian dari keluarga besar MTs. 1 Annuqayah. Selama tiga hari pelaksanaan, mereka tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan dan budaya madrasah, tetapi juga dibekali nilai-nilai karakter, etika, serta kebiasaan hidup sehat sebagai bekal menjalani proses belajar di jenjang pendidikan yang baru. (Sya/Az)

Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif Berita
Selasa, 14 Juli 2026

Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif

Guluk-Guluk — Memasuki hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, MTs. 1 Annuqayah membekali peserta didik baru dengan materi Etika Pelajar dan Gaya Belajar Efektif. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/7) di Auditorium MTs. 1 Annuqayah itu diikuti seluruh peserta MATAMUDA dengan penuh antusias.Materi disampaikan oleh Bpk. Moh. Mizan Asrori, alumni Pondok Pesantren Annuqayah yang kini mengabdi di MA Tahfidh Annuqayah. Selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 08.00 WIB, ia mengajak para murid memahami pentingnya membangun karakter sekaligus menemukan cara belajar yang sesuai dengan potensi masing-masing.Mengawali penyampaiannya, Bpk. Mizan menekankan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam proses menuntut ilmu."Adab di atas ilmu. Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa cahaya," ujarnya di hadapan para peserta.Menurutnya, seorang pelajar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjaga sikap terhadap diri sendiri, menghormati guru, membangun hubungan baik dengan teman, serta menjaga lingkungan tempat belajar.Selain membahas etika, Kak Mizan juga memperkenalkan berbagai tipe gaya belajar. Ia menjelaskan bahwa setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga cara belajar yang efektif pun tidak selalu sama.Ada murid yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sebagian lebih nyaman dengan metode auditori, sementara yang lain lebih cepat belajar melalui praktik atau kinestetik."Belajar efektif bukan berarti belajar lebih lama, tetapi belajar dengan cara yang benar," kata alumnus awardee Beasiswa LPDP yang menempuh studi magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.Dalam kesempatan itu, ia membagikan sejumlah strategi belajar yang telah terbukti efektif. Di antaranya adalah active recall, yakni membiasakan diri mengingat dan menjawab kembali materi tanpa hanya mengandalkan membaca catatan.Ia juga mengenalkan metode spaced repetition, yaitu mengulang materi secara berkala agar lebih mudah tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, peserta diajak membiasakan belajar sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara konsisten setiap hari.Strategi lain yang turut diperkenalkan adalah teknik Pomodoro, yakni membagi waktu belajar selama 25 menit yang kemudian diselingi istirahat selama lima menit. Menurutnya, pola tersebut dapat membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi kejenuhan saat belajar.Dalam pemaparannya, Kak Mizan juga menyinggung komitmen MTs. 1 Annuqayah sebagai madrasah percontohan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Ia mengajak para peserta untuk membangun budaya belajar yang sehat, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan.Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, suasana auditorium tetap hidup sepanjang sesi berlangsung. Para peserta tampak aktif menyimak, berdiskusi, serta merespons berbagai pertanyaan yang diajukan pemateri.Menjelang akhir sesi, Kak Mizan mengajak seluruh peserta melakukan refleksi sederhana. Masing-masing murid diminta menuliskan satu kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan, satu kebiasaan baik yang akan dipertahankan secara istiqamah, serta target yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan di MTs. 1 Annuqayah.Setelah penyampaian materi selesai, rangkaian kegiatan hari kedua MATAMUDA dilanjutkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selanjutnya, para peserta mengikuti pemutaran video historiografi Pondok Pesantren Annuqayah sebagai bagian dari upaya mengenalkan sejarah, nilai, dan tradisi pesantren kepada seluruh murid baru. (Sya/Az)

MATAMUDA 2026 Resmi Dibuka, Kenalkan Budaya Madrasah dengan Konsep Lebih Interaktif Berita
Senin, 13 Juli 2026

MATAMUDA 2026 Resmi Dibuka, Kenalkan Budaya Madrasah dengan Konsep Lebih Interaktif

Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah secara resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 pada Ahad (12/7). Upacara pembukaan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh murid baru yang berjumlah 283 orang.Pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd. Bersamaan dengan itu, banner bertuliskan Pembukaan MATAMUDA 2026 yang sebelumnya tergulung terbentang otomatis sebagai simbol dimulainya kegiatan masa ta'aruf murid madrasah bagi murid baruDalam sambutannya, Bpk. H. M. Sattar mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan sejak awal, sejak Pra-MATAMUDA. Menurutnya, semangat merupakan modal penting bagi setiap murid dalam menempuh proses pendidikan.Ia menjelaskan bahwa semangat tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga melalui cara berpikir. Keduanya, menurut beliau, harus berjalan beriringan agar peserta didik mampu berkembang secara optimal."Semangat itu ada dua, yaitu semangat dalam berpikir dan semangat dalam bergerak. Saya berharap seluruh murid baru memiliki keduanya sehingga dapat belajar dan berkembang dengan sebaik-baiknya," ujarnya.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa MATAMUDA diselenggarakan untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan madrasah, mulai dari budaya belajar, berbagai kegiatan, tenaga pendidik, hingga jajaran pimpinan madrasah. Dengan saling mengenal sejak awal, diharapkan para siswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya."Tak kenal maka tak sayang. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal agar para siswa merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan madrasah," katanya.Pada kesempatan tersebut, Bpk. H. M. Sattar juga memperkenalkan sejumlah program unggulan MTs. 1 Annuqayah. Ia menyampaikan bahwa madrasah yang dipimpinnya telah menjadi madrasah percontohan sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) sekaligus terus mengembangkan program madrasah bilingual melalui pembiasaan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam lingkungan pendidikan.Sementara itu, Ketua Panitia MATAMUDA 2026, Mohammad Sauqi, M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MATAMUDA tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih interaktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Menurutnya, peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak mengenal lingkungan madrasah secara langsung melalui berbagai aktivitas lapangan. Selain itu, panitia turut memanfaatkan media audio visual sebagai bagian dari proses pembelajaran agar kegiatan berlangsung lebih menarik."Tahun ini kami ingin peserta lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan madrasah. Penyajian materi di dalam kelas hanya sebagian, selebihnya dikemas dalam kegiatan lapangan dan pemutaran video agar suasana belajar lebih menyenangkan dan peserta tidak merasa jenuh," ujarnya.Melalui konsep tersebut, panitia berharap MATAMUDA 2026 tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi seluruh peserta didik baru. (Sya/Az)

MTs. 1 Annuqayah Gelar Rapat Penentuan Kenaikan Kelas dan Peringkat Siswa Berita
Senin, 06 Juli 2026

MTs. 1 Annuqayah Gelar Rapat Penentuan Kenaikan Kelas dan Peringkat Siswa

Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah menggelar rapat wali kelas bersama pimpinan madrasah untuk menetapkan peringkat siswa dan menentukan kenaikan kelas pada Sabtu (4/7). Rapat yang berlangsung di Aula Mini MTs. 1 Annuqayah itu menjadi bagian akhir dari rangkaian evaluasi pembelajaran semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan madrasah, seluruh wali kelas VII dan VIII, serta jajaran staf madrasah. Selain membahas penetapan peringkat dan kenaikan kelas, forum juga evaluasi  pelaksanaan pembelajaran secara umum.Waka. Kesiswaan, Bpk. Akis, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Sumatif Akhir Semester Genap, mengawali rapat dengan menyampaikan laporan pelaksanaan ujian. Menurutnya, proses penyelesaian nilai sempat mengalami kendala karena sejumlah siswa tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal akibat sakit ataupun karena faktor lain.“Selama pelaksanaan ujian kemarin cukup banyak siswa yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Hal itu berdampak pada proses penyelesaian nilai karena mereka harus mengikuti ujian susulan,” ujarnya.Sementara itu, Waka. Kurikulum, Bpk. Adnan Hariswanto, memberikan apresiasi kepada para guru atas peningkatan kinerja dalam penyelesaian administrasi penilaian. Ia menilai proses penginputan nilai secara mandir ke aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) oleh guru masing-masing pada tahun ini berlangsung lebih baik dibandingkan sebelumnya.Meski demikian, ia masih menemukan beberapa kekeliruan dalam pengisian deskripsi pembelajaran, khususnya pada kolom pokok bahasan. Menurutnya, sejumlah guru belum menuliskan pokok bahasan sesuai kaidah yang berlaku, yakni diawali dengan kata kerja operasional.Masukan tersebut, kata Bpk. Adnan, diharapkan menjadi bahan evaluasi agar penyusunan rapor pada semester berikutnya semakin tertib dan sesuai dengan ketentuan.Salah seorang wali kelas VII G, Lukmanul Hakim, mengaku rapat tersebut sangat membantu proses finalisasi nilai siswa. Melalui forum itu, berbagai persoalan yang masih ditemukan dapat segera diklarifikasi bersama."Beberapa nilai siswa sempat belum lengkap karena mereka mengikuti ujian susulan. Dengan rapat ini, proses konfirmasi menjadi lebih mudah sehingga penilaian dapat segera diselesaikan," katanya.Hasil rapat tersebut selanjutnya menjadi dasar penetapan peringkat siswa dan keputusan kenaikan kelas. Penghargaan bagi siswa berprestasi dijadwalkan akan diumumkan pada Senin malam (6/7) di halaman Universitas Annuqayah dalam rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA).Adapun pembagian rapor kepada seluruh siswa akan dilaksanakan setelah malam puncak HIMA selesai digelar. (Sya/Az)

Berlangsung Khidmat, Tasyakuran Siswa Kelas Akhir MTs. 1 Annuqayah Jadi Momentum Refleksi dan Pelepasan Siswa Kelas Akhir Berita
Kamis, 04 Juni 2026

Berlangsung Khidmat, Tasyakuran Siswa Kelas Akhir MTs. 1 Annuqayah Jadi Momentum Refleksi dan Pelepasan Siswa Kelas Akhir

Guluk-Guluk, MTs. 1 Annuqayah menggelar Tasyakuran Siswa Kelas Akhir (Tasyka) 2026 pada Rabu (3/6) malam di halaman madrasah. Kegiatan yang menjadi momen pelepasan bagi siswa kelas IX itu berlangsung khidmat dan penuh haru.Acara diawali dengan lantunan shalawat yang dibawakan Klub Hadrah Banjari MTs. 1 Annuqayah. Sekitar pukul 20.15 WIB, kegiatan resmi dimulai dengan dipandu oleh Zafaroni Alfiannuro, siswa kelas IX B, sebagai pembawa acara.Tasyakuran tersebut dihadiri seluruh siswa kelas akhir, dewan guru dan staf madrasah, Wakil Sekretaris Yayasan Annuqayah, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Annuqayah.Suasana semakin khusyuk ketika Wayis Al-Qorni, siswa kelas IX B, membacakan ayat suci Al-Qur'an sebagai rangkaian acara yang kedua.Ketua Panitia Tasyka 2026, Nazril Azizu Alaihi Abdillah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan madrasah atas dukungan dan rekomendasinya, serta kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi terselenggaranya acara.Menutup sambutannya, Nazril menyampaikan sebuah pesan yang mengundang perhatian hadirin. “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya,” ujarnya.Sementara itu, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., mengajak para siswa untuk merefleksikan perjalanan pendidikan yang telah mereka tempuh selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kelulusan bukanlah sesuatu yang diraih secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan.Ia berpesan agar para siswa tetap menjaga semangat belajar dan terus berupaya mewujudkan cita-cita mereka. Selain itu, ia juga berharap para lulusan dapat menjaga nama baik pesantren dan madrasah, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah.Mewakili Ketua Yayasan Annuqayah, Wakil Sekretaris Yayasan Annuqayah, Bpk. Moh. Afnan, M.Pd., turut berbagi kisah perjalanan pendidikannya di hadapan para siswa. Ia mengenang masa-masa ketika masih menempuh pendidikan di MTs. 1 Annuqayah dan aktif dalam kegiatan organisasi siswa.Menurutnya, pengalaman berorganisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan. Ia juga menceritakan perjalanan akademiknya yang berlanjut ke MA 1 Annuqayah, kemudian ke perguruan tinggi di lingkungan Annuqayah, sebelum akhirnya melanjutkan studi magister di luar pesantren karena saat itu program pascasarjana belum tersedia di Annuqayah.“Jika saat itu sudah ada program S-2 di Annuqayah, saya tentu akan melanjutkan studi di sini, hal ini sebagai upaya menjaga ketersambungan sanad keilmuan” ujarnya.Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah tersebut juga mengajak para siswa untuk menjadikan guru sebagai teladan sekaligus sumber inspirasi dalam mengembangkan diri.Memasuki acara inti, motivasi pendidikan disampaikan oleh Bpk. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag., seorang alumni senior yang dikenal aktif di dunia pendidikan dan kepenulisan. Ia membuka materinya dengan kalimat sederhana yang mengundang perhatian seluruh hadirin.“Dalam ilmu tata bahasa, tidak ada istilah akhir, sebab akhir menjadi awal dari sesuatu yang lain,” tuturnya.Melalui ungkapan tersebut, ia menjelaskan bahwa status sebagai siswa kelas akhir di tingkat tsanawiyah sejatinya merupakan gerbang menuju jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk terus melanjutkan proses belajar dan tidak berhenti mengejar ilmu.Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan menuntut ilmu yang telah diberikan Allah SWT. Dalam penyampaiannya, ia mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.Lebih lanjut, Abdul Wahid menjelaskan enam syarat utama bagi pencari ilmu sebagaimana termaktub dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim, yakni kecerdasan, kesungguhan, kesabaran, kecukupan biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang. Keenam poin tersebut dijelaskan dengan berbagai contoh konkret yang dekat dengan kehidupan para siswa.Untuk menjaga antusiasme peserta, ia juga beberapa kali menyisipkan sesi ice breaking yang membuat suasana tetap hidup meskipun acara berlangsung hingga malam hari.Usai sesi motivasi, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman siswa kelas IX kepada seluruh dewan guru MTs. 1 Annuqayah. Momen tersebut menjadi bagian paling emosional dalam rangkaian kegiatan. Banyak siswa tampak terharu saat meminta doa dan restu kepada guru-guru yang telah membimbing mereka selama tiga tahun.Salah satu siswa kelas IX G, Musahhilul Amani, mengaku bahagia dapat mengikuti acara tersebut. Meski kondisi kesehatannya sempat menurun, ia tetap berusaha hadir karena tidak ingin melewatkan momen perpisahan bersama guru dan teman-temannya.“Sungguh acara yang luar biasa. Senang, bahagia, haru, semuanya bercampur menjadi satu,” ujar siswa asal Ketawang Laok itu.Rangkaian Tasyka 2026 kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Moh. Sirri. Dengan berakhirnya acara tersebut, para siswa kelas akhir secara simbolis menuntaskan perjalanan mereka di MTs. 1 Annuqayah dan bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. (Sya/Az)

Galeri Video

Dokumentasi Kegiatan

Liputan resmi agenda madrasah, tausiyah, dan aktivitas santri MTs 1 Annuqayah.

Kisah & Pengalaman

Apa Kata Mereka?

Statistik Sekolah

0

Jumlah Siswa

0

Jumlah Guru

0

Jumlah Alumni

0

Jumlah Prestasi

Hubungi Kami

Mari Terhubung Dengan MTs 1 Annuqayah

Punya pertanyaan seputar pendaftaran, informasi umum, atau layanan administrasi? Silakan hubungi kami atau kirim pesan melalui form yang tersedia.

Alamat

Jl. PP.Annuqayah Guluk No.184, Guluk Guluk Timur I, Guluk-guluk, Kec. Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69463

Telepon

081779980157

Email

info@mts1annuqayah.sch.id

Chat via WhatsApp

Lokasi Utama

PP. Annuqayah, Sumenep

Logo Watermark

Membangun Generasi Islami, Berprestasi dan Berkarakter

Hubungi Kami

Kami siap melayani informasi dan pertanyaan Anda

Kontak Kami Whatsapp