MTs 1 Annuqayah
Selamat Datang di

Website Resmi
MTs 1 Annuqayah

Madrasah Tsanawiyah 1 Annuqayah terletak di sebelah barat kota Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk.

Sambutan Kepala Sekolah

Kepala Sekolah

M. Sattar, M.Pd

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Bismillah, alhamdulillah, la hawla wa la quwwata illa billah.

 

Saya bersyukur dengan diluncurkannya website absensi MTs 1 Annqayah ini. Saya yakin dengan website ini kita akan banyak terbantu dalam menyelesaikan masalah dan meringankan beban tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan.

 

Website MTs 1 Annuqayah ini dibuat dalam rangka; meringankan beban administrasi madrasah baik yang dilakukan oleh pimpinan, karyawan, guru, dan siswa;  sarana silaturrahmi dan informasi kepada wal...

BERITA TERKINI

Informasi & Kegiatan Terbaru

Temu Wali Murid Kelas VII MTs. 1 Annuqayah Tekankan Pentingnya Sinergi Pendidikan Berita
Sabtu, 29 Agustus 2026

Temu Wali Murid Kelas VII MTs. 1 Annuqayah Tekankan Pentingnya Sinergi Pendidikan

Guluk-Guluk — MTs. 1 Annuqayah menggelar Temu Wali Murid Kelas VII dan murid mutasi masuk pada Rabu (19/8). Bertempat di Auditorium MTs. 1 Annuqayah, kegiatan ini menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara madrasah, pesantren, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan murid.Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), ketua pengurus setiap pesantren daerah, serta wali murid kelas VII dan murid mutasi masuk. Turut hadir Komite Madrasah dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq.Acara dibuka oleh pembawa acara, Bpk. Moh. Syamsul Ma'arif. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Ainur Rafiq, murid kelas VII F. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Annuqayah dipimpin oleh Tim Paduan Suara MTs.1 Annuqayah.Memasuki sesi sambutan, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putranya kepada PP. Annuqayah dan MTs. 1 Annuqayah.Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi murid untuk berproses membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan karakter."Di pesantren, anak-anak kita akan berproses dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka diajarkan untuk mandiri dan disiplin dalam berbagai hal," ujarnya.Ia menjelaskan, madrasah terus membangun sinergi dengan pesantren karena sebagian besar waktu murid dihabiskan di lingkungan pesantren. Menurutnya, kerja sama antara keduanya menjadi penting, terutama ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan perkembangan dan pembinaan murid."Karena waktu anak-anak lebih banyak di pondok, ketika ada persoalan yang berkaitan dengan mereka, tentu harus kita atasi bersama-sama," katanya.Selain pesantren, Bpk. H. M. Sattar menilai orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Orang tua, menurutnya, merupakan pihak yang paling tahu kondisi dan kebiasaan anak ketika berada di rumah.Karena itu, ia mengajak wali murid untuk terus melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun di pesantren ketika anak-anak berada di rumah, terutama saat liburan. Kebiasaan seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan menjaga kedisiplinan diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita di rumah.Temu Wali Murid tahun ini mengusung tema "Bersinergi dalam Pendidikan, Berkarakter dalam Kehidupan, Bersama Mewujudkan Pendidikan Ramah Anak." Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan murid membutuhkan keterlibatan bersama antara madrasah, pesantren, dan keluarga.Pesan serupa disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Annuqayah, K.H. Ainul Haq. Dalam sambutannya, ia menyebut setidaknya ada tiga unsur utama yang menentukan keberhasilan pendidikan seorang murid, yakni murid, guru, dan orang tua."Ketiganya harus saling melengkapi. Tidak boleh ada satu yang berjalan sendiri," tuturnya.Ia juga mengingatkan para orang tua agar dapat memahami dan mendukung berbagai kebijakan yang diterapkan oleh madrasah maupun pesantren. Menurutnya, setiap kebijakan pada dasarnya diarahkan untuk kebaikan dan perkembangan anak.Ia menyadari bahwa dalam praktiknya terkadang ada orang tua yang merasa kurang sabar atau belum sepenuhnya dapat menerima kebijakan madrasah dan pesantren. Karena itu, komunikasi dan saling memahami menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang baik.Dalam kesempatan tersebut, K.H. Ainul Haq juga mengingatkan bahwa tujuan utama menuntut ilmu tidak semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan, menurutnya, memiliki tujuan yang lebih mendasar, yakni menghilangkan kebodohan dan membentuk manusia yang berilmu serta berkarakter.Untuk membuat penyampaian lebih dekat dengan para wali murid, ia menyelipkan sejumlah cerita dan kisah hikmah di tengah materi. Cara tersebut membuat suasana pertemuan tetap hangat dan tidak terasa seperti forum yang terlalu formal.Sebelum memasuki sesi informasi kemadrasahan, panitia memberikan jeda dengan pemutaran video berisi surat cinta murid kepada orang tua. Video tersebut juga menampilkan sejumlah dokumentasi kegiatan di MTs. 1 Annuqayah.Suasana auditorium seketika berubah lebih emosional ketika para wali murid menyaksikan pesan dan ungkapan dari anak-anak mereka. Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik proses pendidikan di madrasah dan pesantren, terdapat hubungan dan harapan besar antara anak dan orang tua.Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing informasi kemadrasahan yang dipandu oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto. Pada sesi ini, ia memperkenalkan jajaran pimpinan madrasah, guru BK, dan wali kelas kepada para wali murid.Ia kemudian menjelaskan sejumlah informasi penting yang perlu diketahui orang tua selama mendampingi pendidikan anak di MTs. 1 Annuqayah. Materi yang disampaikan mencakup Keuangan madrasah atau SPP, mekanisme perizinan murid, penggunaan aplikasi madrasah, hingga prosedur penanganan murid yang menghadapi persoalan tertentu, terutama di kedisiplinan.Sesi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami mekanisme komunikasi dan layanan yang tersedia di madrasah sehingga persoalan yang berkaitan dengan murid dapat ditangani secara lebih terarah.Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Hazqil, salah seorang guru senior MTs. 1 Annuqayah.Panitia Sei. Acara, Bpk. Ainul Fadal, mengatakan pelaksanaan Temu Wali Murid berjalan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan panitia sejak jauh hari."Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Persiapan sudah kami lakukan semaksimal mungkin sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.Dari sekitar 290 undangan yang disebarkan, tingkat kehadiran wali murid tercatat mendekati 90 persen. Sejumlah wali murid yang tidak dapat hadir umumnya terkendala jarak, terutama mereka yang berasal dari luar Madura dan wilayah kepulauan.Tingginya kehadiran tersebut menunjukkan antusiasme orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak. Bagi MTs. 1 Annuqayah, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kerja sama yang lebih erat antara madrasah, pesantren, dan keluarga dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak. (Sya/Az)

MTs. 1 Annuqayah Ajak Murid Maknai Kemerdekaan di Tengah Tantangan Zaman Berita
Senin, 17 Agustus 2026

MTs. 1 Annuqayah Ajak Murid Maknai Kemerdekaan di Tengah Tantangan Zaman

Guluk-Guluk — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MTs. 1 Annuqayah tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Melalui upacara bendera yang digelar di halaman madrasah pada Senin (17/8), seluruh keluarga besar MTs. 1 Annuqayah diajak kembali merefleksikan makna kemerdekaan dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini.Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh petugas berasal dari tenaga pendidik dan kependidikan MTs. 1 Annuqayah. Bpk. Muaddin, S.Ag., bertugas sebagai pemimpin upacara, sedangkan Bpk. Edi Slinoto, S.Ag., menjadi pemimpin barisan.Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd., Bpk. Muhammad Sauqi, M.Pd., dan Bpk. Muhammadun, S.Pd.I. Pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin dan diiringi oleh tim paduan suara MTs. 1 Annuqayah.Rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, kemudian pembacaan Pancasila oleh pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I.Selanjutnya, Bpk. Akis, S.Th.I., membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disusul pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bpk. Mulki, S.Pd.I.Memasuki amanat pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang kemerdekaan sebatas perayaan seremonial. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk mengingat kembali pengorbanan para pendahulu sekaligus menyadari tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan."Kalau hari ini kita hanya merayakan kemerdekaan dalam bentuk seremonial, tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan para mujahid yang dahulu memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.Beliau mengatakan, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena itu, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan kemampuan mengelola akal dan hati.K.H. Muhammad Ali Fikri kemudian mengajak peserta melihat bahwa bentuk penjajahan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu penjajahan berlangsung secara fisik dengan senjata, kini ancaman dapat hadir dalam bentuk yang lebih halus, salah satunya melalui pengaruh terhadap pikiran dan pola pikir."Kalau dulu kita dijajah secara fisik dan ancamannya berupa senjata, sekarang bentuknya berbeda. Pikiran dan pola pikir kita bisa dijajah sehingga kita tidak berkembang dan tetap berada dalam ketidaktahuan," katanya.Dalam menghadapi tantangan tersebut, ia menilai lingkungan pesantren memiliki peran penting. Menurut beliau, kehidupan pesantren memberikan ruang bagi santri untuk belajar, berkembang, sekaligus mendapatkan bimbingan agar mampu menyikapi berbagai pengaruh yang datang dari luar."Karena itu, kalian sangat beruntung bisa mondok di pesantren. Di sini kita diarahkan untuk cermat merespons berbagai hal yang berpotensi merusak diri. Kita dididik untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.Menutup amanatnya, K.H. Muhammad Ali Fikri berpesan kepada para murid agar tidak pernah lelah memperbaiki niat dan menjaga semangat untuk terus berkembang. Menurutnya, proses pendidikan yang dijalani bukan semata-mata untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi jalan untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan menghormati jasa para muassis Pondok Pesantren Annuqayah."Jangan pernah lelah untuk terus memperbaiki niat dan semangat demi kemajuan diri. Jadikan perjalanan pendidikan ini sebagai ikhtiar untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan para muassis Annuqayah," pesannya.Setelah amanat selesai, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bpk. Ainul Fadal, S.H.I. Pemimpin upacara kemudian menyampaikan laporan kepada pembina upacara, sebelum seluruh peserta memberikan penghormatan dan K.H. Muhammad Ali Fikri meninggalkan lapangan upacara.Bpk. Muaddin, S.Ag., selanjutnya meninggalkan lapangan setelah menerima penghormatan dari peserta. Upacara kemudian dinyatakan selesai dan seluruh barisan dibubarkan.Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MTs. 1 Annuqayah pun berakhir. Namun, pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, melainkan juga tentang bagaimana setiap generasi mampu menjaga pikiran, hati, dan semangat untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat. (Sya/Az)

Gelar Rapat Perdana Wali Kelas, MTs. 1 Annuqayah Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Murid Berita
Sabtu, 25 Juli 2026

Gelar Rapat Perdana Wali Kelas, MTs. 1 Annuqayah Perkuat Koordinasi dan Pembinaan Murid

Guluk-Guluk — MTs. 1 Annuqayah menggelar rapat perdana bersama jajaran pimpinan madrasah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta seluruh wali kelas pada Rabu (22/7). Pertemuan yang berlangsung di Aula Mini MTs. 1 Annuqayah, yang juga difungsikan sebagai ruang wali kelas, menjadi forum awal untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi mengenai tugas dan tanggung jawab wali kelas selama satu tahun pelajaran.Rapat dipandu oleh Waka. Kesiswaan, Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd.I. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarguru, tetapi juga bertujuan memperkuat pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi wali kelas sebagai garda terdepan dalam pembinaan murid.Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa wali kelas memegang peran sentral dalam mendampingi perkembangan murid, baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter. Menurutnya, wali kelas juga menjadi penghubung utama antara madrasah dan orang tua atau wali murid."Wali kelas bertanggung jawab penuh terhadap murid di kelasnya, termasuk menjalin komunikasi yang baik dengan wali murid. Itu merupakan tugas paling mendasar yang harus dijalankan," ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Bpk. H. M. Sattar juga menyoroti beberapa persoalan yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait murid yang mengajukan mutasi ke sekolah lain sebelum menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh terulang.Karena itu, ke depan setiap pengajuan mutasi keluar harus memperoleh rekomendasi dari wali kelas setelah dipastikan seluruh persoalan administrasi maupun pembinaan telah diselesaikan. Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan sikap tanggung jawab kepada para murid.Selain itu, ia berharap program jam wali kelas dapat diaktifkan kembali dan dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembinaan, pendampingan, serta komunikasi antara wali kelas dan murid.Pada sesi berikutnya, Bpk. Adnan Hariswanto memaparkan standar fasilitas yang perlu tersedia di setiap ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa terdapat perlengkapan yang bersifat wajib maupun pendukung, dan pemenuhannya diharapkan dapat dirancang bersama para murid.Menurutnya, pelibatan murid dalam menata dan melengkapi kelas merupakan bagian dari pembelajaran berorganisasi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan belajar."Biarkan mereka bermusyawarah menentukan kebutuhan kelasnya. Dari situ mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan berorganisasi sejak dini," katanya.Ia juga mengumumkan bahwa pada akhir Semester I, madrasah akan memberikan penghargaan berupa Anugerah Kelas Terindah sebagai bentuk apresiasi kepada kelas yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan tertata dengan baik.Memasuki sesi diskusi, sejumlah wali kelas menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi ruang belajar. Wali Kelas VIII G, Bpk. Syafie, mengungkapkan bahwa kondisi setiap kelas tidak sama. Beberapa ruang dinilai sudah memadai, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perbaikan, seperti pengecatan ulang dan pembenahan fasilitas pendukung.Sementara itu, Wali Kelas VIII E, K. Hazqil, menyoroti persoalan gembok lemari kelas yang kerap mengalami kerusakan atau hilang. Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan solusi yang dapat diterapkan secara menyeluruh oleh madrasah.Menanggapi berbagai masukan tersebut, Waka. Sarana dan Prasarana, Bpk. Akis, menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi seluruh ruang kelas. Ia memastikan setiap kerusakan yang ditemukan akan segera ditindaklanjuti sesuai tingkat kebutuhannya.Selain itu, madrasah juga berencana mengganti seluruh kunci lemari kelas dengan jenis yang lebih kokoh dan aman agar tidak mudah rusak maupun dibuka secara paksa.Melalui rapat perdana ini, MTs. 1 Annuqayah berharap terbangun koordinasi yang semakin solid antara pimpinan madrasah, guru BK, dan wali kelas, sehingga layanan pembinaan, pendampingan, serta komunikasi dengan murid dan wali murid dapat berjalan lebih optimal. (Sya/Az)

Hari Ketiga, Belajar PHBS, Mengenal Lingkungan Madrasah, hingga Resmi Ditutup Berita
Kamis, 16 Juli 2026

Hari Ketiga, Belajar PHBS, Mengenal Lingkungan Madrasah, hingga Resmi Ditutup

Guluk-Guluk — Rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 MTs. 1 Annuqayah resmi berakhir pada Selasa (14/7). Hari terakhir diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk membekali murid baru, mulai dari penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengenalan lingkungan madrasah, hingga prosesi penutupan.Kegiatan diawali sejak pukul 07.30 WIB di Auditorium MTs. 1 Annuqayah. Sebelum memasuki sesi materi, para peserta mengikuti ice breaking berupa permainan edukatif dan penampilan bakat dari beberapa murid, sehingga suasana berlangsung hangat dan penuh semangat.Materi PHBS disampaikan oleh Waka. Kurikulum, Bpk. Adnan Hariswanto. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi setiap murid untuk belajar dan beraktivitas secara optimal.Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang baik, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman."Kesehatan adalah nikmat yang harus dijaga. Ketika kita sehat, kita dapat belajar dan beraktivitas secara maksimal. Karena itu, kita juga harus membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.Bpk. Adnan juga mengajak para murid untuk membiasakan budaya peduli lingkungan sebagaimana terus dikembangkan di Pondok Pesantren Annuqayah. Ia menekankan pentingnya mengelola sampah secara bijak, bahkan jika memungkinkan berupaya mengurangi produksi sampah sejak awal.Usai penyampaian materi, para peserta makan bersama MBG. Selanjutnya, mereka diajak mengenal lingkungan madrasah melalui kegiatan observasi lapangan.Dalam kegiatan tersebut, murid baru berkeliling mengunjungi berbagai fasilitas yang akan mereka gunakan selama belajar di MTs. 1 Annuqayah, seperti ruang kelas, ruang Bimbingan dan Konseling (BK), perpustakaan, laboratorium komputer, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang OSIS, ruang guru, kantor madrasah, hingga fasilitas toilet dan kamar mandi.Salah seorang peserta, Moh. Rofiqi dari Kelompok 2, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan lingkungan madrasah membuat dirinya lebih mengenal berbagai fasilitas yang tersedia sehingga merasa lebih siap mengikuti kegiatan belajar."Alhamdulillah, sekarang saya jadi lebih tahu letak berbagai ruangan dan fasilitas yang ada di madrasah," katanya.Setelah seluruh rangkaian pengenalan lingkungan selesai, peserta kembali berkumpul di auditorium untuk mengikuti acara penutupan MATAMUDA 2026.Prosesi penutupan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf MTs. 1 Annuqayah. Acara diawali oleh pembawa acara, Bpk. Moh. Syamsul Ma'arif, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah seorang peserta MATAMUDA.Dalam sambutannya, Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid baru yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.Ia berharap pengalaman selama tiga hari mengikuti MATAMUDA menjadi bekal awal bagi para murid untuk beradaptasi dengan kehidupan madrasah."Selamat bergabung di keluarga besar MTs. 1 Annuqayah. Saya yakin kalian kini sudah lebih mengenal lingkungan, budaya, dan kebiasaan baik yang ada di madrasah ini. Mari kita jaga dan biasakan nilai-nilai baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.Sebagai tanda berakhirnya kegiatan, Bpk. H. M. Sattar secara simbolis menutup MATAMUDA 2026 dengan melepaskan atribut salah seorang peserta. Prosesi tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang memenuhi auditorium.Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dan kelompok terbaik selama pelaksanaan MATAMUDA 2026. Predikat peserta terbaik diraih oleh Ahmad Ainur Rofiq dari Kelompok 1 yang berasal dari Sera Barat, Bluto, sedangkan penghargaan kelompok terbaik diberikan kepada Kelompok 5.Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Waka. Sarana dan Prasarana, Bpk. Abd. Muthallib, S.Th.I.Berakhirnya MATAMUDA 2026 menandai dimulainya perjalanan para murid baru sebagai bagian dari keluarga besar MTs. 1 Annuqayah. Selama tiga hari pelaksanaan, mereka tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan dan budaya madrasah, tetapi juga dibekali nilai-nilai karakter, etika, serta kebiasaan hidup sehat sebagai bekal menjalani proses belajar di jenjang pendidikan yang baru. (Sya/Az)

Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif Berita
Selasa, 14 Juli 2026

Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif

Guluk-Guluk — Memasuki hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, MTs. 1 Annuqayah membekali peserta didik baru dengan materi Etika Pelajar dan Gaya Belajar Efektif. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/7) di Auditorium MTs. 1 Annuqayah itu diikuti seluruh peserta MATAMUDA dengan penuh antusias.Materi disampaikan oleh Bpk. Moh. Mizan Asrori, alumni Pondok Pesantren Annuqayah yang kini mengabdi di MA Tahfidh Annuqayah. Selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 08.00 WIB, ia mengajak para murid memahami pentingnya membangun karakter sekaligus menemukan cara belajar yang sesuai dengan potensi masing-masing.Mengawali penyampaiannya, Bpk. Mizan menekankan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam proses menuntut ilmu."Adab di atas ilmu. Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa cahaya," ujarnya di hadapan para peserta.Menurutnya, seorang pelajar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjaga sikap terhadap diri sendiri, menghormati guru, membangun hubungan baik dengan teman, serta menjaga lingkungan tempat belajar.Selain membahas etika, Kak Mizan juga memperkenalkan berbagai tipe gaya belajar. Ia menjelaskan bahwa setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga cara belajar yang efektif pun tidak selalu sama.Ada murid yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sebagian lebih nyaman dengan metode auditori, sementara yang lain lebih cepat belajar melalui praktik atau kinestetik."Belajar efektif bukan berarti belajar lebih lama, tetapi belajar dengan cara yang benar," kata alumnus awardee Beasiswa LPDP yang menempuh studi magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.Dalam kesempatan itu, ia membagikan sejumlah strategi belajar yang telah terbukti efektif. Di antaranya adalah active recall, yakni membiasakan diri mengingat dan menjawab kembali materi tanpa hanya mengandalkan membaca catatan.Ia juga mengenalkan metode spaced repetition, yaitu mengulang materi secara berkala agar lebih mudah tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, peserta diajak membiasakan belajar sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara konsisten setiap hari.Strategi lain yang turut diperkenalkan adalah teknik Pomodoro, yakni membagi waktu belajar selama 25 menit yang kemudian diselingi istirahat selama lima menit. Menurutnya, pola tersebut dapat membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi kejenuhan saat belajar.Dalam pemaparannya, Kak Mizan juga menyinggung komitmen MTs. 1 Annuqayah sebagai madrasah percontohan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Ia mengajak para peserta untuk membangun budaya belajar yang sehat, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan.Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, suasana auditorium tetap hidup sepanjang sesi berlangsung. Para peserta tampak aktif menyimak, berdiskusi, serta merespons berbagai pertanyaan yang diajukan pemateri.Menjelang akhir sesi, Kak Mizan mengajak seluruh peserta melakukan refleksi sederhana. Masing-masing murid diminta menuliskan satu kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan, satu kebiasaan baik yang akan dipertahankan secara istiqamah, serta target yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan di MTs. 1 Annuqayah.Setelah penyampaian materi selesai, rangkaian kegiatan hari kedua MATAMUDA dilanjutkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selanjutnya, para peserta mengikuti pemutaran video historiografi Pondok Pesantren Annuqayah sebagai bagian dari upaya mengenalkan sejarah, nilai, dan tradisi pesantren kepada seluruh murid baru. (Sya/Az)

MATAMUDA 2026 Resmi Dibuka, Kenalkan Budaya Madrasah dengan Konsep Lebih Interaktif Berita
Senin, 13 Juli 2026

MATAMUDA 2026 Resmi Dibuka, Kenalkan Budaya Madrasah dengan Konsep Lebih Interaktif

Guluk-Guluk_MTs. 1 Annuqayah secara resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 pada Ahad (12/7). Upacara pembukaan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh murid baru yang berjumlah 283 orang.Pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Kepala MTs. 1 Annuqayah, Bpk. H. M. Sattar, M.Pd. Bersamaan dengan itu, banner bertuliskan Pembukaan MATAMUDA 2026 yang sebelumnya tergulung terbentang otomatis sebagai simbol dimulainya kegiatan masa ta'aruf murid madrasah bagi murid baruDalam sambutannya, Bpk. H. M. Sattar mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan sejak awal, sejak Pra-MATAMUDA. Menurutnya, semangat merupakan modal penting bagi setiap murid dalam menempuh proses pendidikan.Ia menjelaskan bahwa semangat tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga melalui cara berpikir. Keduanya, menurut beliau, harus berjalan beriringan agar peserta didik mampu berkembang secara optimal."Semangat itu ada dua, yaitu semangat dalam berpikir dan semangat dalam bergerak. Saya berharap seluruh murid baru memiliki keduanya sehingga dapat belajar dan berkembang dengan sebaik-baiknya," ujarnya.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa MATAMUDA diselenggarakan untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan madrasah, mulai dari budaya belajar, berbagai kegiatan, tenaga pendidik, hingga jajaran pimpinan madrasah. Dengan saling mengenal sejak awal, diharapkan para siswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya."Tak kenal maka tak sayang. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal agar para siswa merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan madrasah," katanya.Pada kesempatan tersebut, Bpk. H. M. Sattar juga memperkenalkan sejumlah program unggulan MTs. 1 Annuqayah. Ia menyampaikan bahwa madrasah yang dipimpinnya telah menjadi madrasah percontohan sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) sekaligus terus mengembangkan program madrasah bilingual melalui pembiasaan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam lingkungan pendidikan.Sementara itu, Ketua Panitia MATAMUDA 2026, Mohammad Sauqi, M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MATAMUDA tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih interaktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Menurutnya, peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak mengenal lingkungan madrasah secara langsung melalui berbagai aktivitas lapangan. Selain itu, panitia turut memanfaatkan media audio visual sebagai bagian dari proses pembelajaran agar kegiatan berlangsung lebih menarik."Tahun ini kami ingin peserta lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan madrasah. Penyajian materi di dalam kelas hanya sebagian, selebihnya dikemas dalam kegiatan lapangan dan pemutaran video agar suasana belajar lebih menyenangkan dan peserta tidak merasa jenuh," ujarnya.Melalui konsep tersebut, panitia berharap MATAMUDA 2026 tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi seluruh peserta didik baru. (Sya/Az)

Galeri Video

Dokumentasi Kegiatan

Aktivitas MTs 1 Annuqayah.

Kisah & Pengalaman

Apa Kata Mereka?

Statistik Sekolah

0

Jumlah Siswa

0

Jumlah Guru

0

Jumlah Alumni

0

Jumlah Prestasi

Hubungi Kami

Mari Terhubung Dengan MTs 1 Annuqayah

Punya pertanyaan seputar pendaftaran, informasi umum, atau layanan administrasi? Silakan hubungi kami atau kirim pesan melalui form yang tersedia.

Alamat

Jl. PP.Annuqayah Guluk No.184, Guluk Guluk Timur I, Guluk-guluk, Kec. Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69463

Telepon

081779980157

Email

info@mts1annuqayah.sch.id

Chat via WhatsApp
Logo Watermark

Membangun Generasi Islami, Berprestasi dan Berkarakter

Hubungi Kami

Kami siap melayani informasi dan pertanyaan Anda

Kontak Kami Whatsapp