Header Background

Tak Harus Langsung Lancar, MTs. 1 Annuqayah Biasakan Murid Berbahasa Asing

Tak Harus Langsung Lancar, MTs. 1 Annuqayah Biasakan Murid Berbahasa Asing

84 Views Sabtu, 07 November 2026
Dua orang siswa sedang membaca dan memperhatikan kosa kata bahasa Arab dan Inggris yang diletakkan di kelasnya

Dua orang siswa sedang membaca dan memperhatikan kosa kata bahasa Arab dan Inggris yang diletakkan di kelasnya

Guluk-Guluk, Pembiasaan penggunaan bahasa Arab dan Inggris di lingkungan MTs. 1 Annuqayah terus dikembangkan melalui sejumlah strategi. Selain menetapkan hari wajib berbahasa asing setiap Senin untuk bahasa Inggris dan Kamis untuk bahasa Arab, Tim Penggerak Bahasa juga melakukan penempelan kosakata di sejumlah titik strategis, terutama di setiap ruang kelas.

Ketua Tim Penggerak Bahasa, Bpk. Muhammad Sauqi, M.Pd., menjelaskan bahwa penempelan kosakata tersebut terdiri atas dua jenis, yakni permanen dan temporal. Kosakata permanen ditempatkan di titik-titik tertentu, sedangkan kosakata temporal dipasang di masing-masing kelas dan dapat diperbarui secara berkala, baik setiap dua minggu maupun setiap bulan.

Selain penyediaan kosakata, tim juga membagikan teks percakapan bahasa Arab dan Inggris setiap pekan. Materi tersebut disiapkan sebagai bahan latihan sekaligus membantu murid lebih percaya diri ketika mempraktikkan bahasa asing pada hari wajib berbahasa.

“Naskah percakapan itu disebar H-2 sebelum hari wajib berbahasa sebagai persiapan. Misalnya, kalau hari wajib berbahasa Inggris jatuh pada Senin, teksnya dibagikan pada hari Sabtu,” jelas Pak Sauqi.

Ia mengakui bahwa membangun kebiasaan berbahasa asing bukan perkara mudah, terutama bagi murid yang belum memiliki dasar kemampuan bahasa Arab maupun Inggris. Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak cukup diperoleh melalui hafalan, tetapi perlu dibiasakan melalui praktik secara langsung.

“Belajar dan mempraktikkan bahasa asing memang tidak mudah, apalagi bagi yang belum punya dasar sama sekali. Bahasa itu perlu dipraktikkan, tidak cukup hanya dihafalkan. Karena itu, kita mulai dari hal-hal kecil dan sederhana, seperti pemasangan kosakata dan penyebaran teks percakapan. Insyaallah, langkah-langkah ini akan sangat menunjang pembiasaan bahasa ke depannya,” ungkapnya.

Pada lain hal, upaya tersebut juga melibatkan murid secara langsung. Salah satu anggota Tim Penggerak Bahasa, Bpk. Lukmanul Hakim, S.Ag., menyampaikan bahwa tim telah membentuk kelompok penggerak yang beranggotakan murid dari setiap kelas, baik untuk bahasa Arab maupun Inggris.

“Kami juga telah membentuk tim penggerak yang terdiri dari murid perwakilan masing-masing kelas. Nantinya, mereka akan mendampingi teman-temannya dalam praktik berbahasa ketika hari wajib berbahasa tiba,” tuturnya.

Keterlibatan murid ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih akrab dan menyenangkan. Dengan belajar bersama teman sebaya, murid memiliki ruang untuk mencoba, berlatih, dan saling membantu tanpa harus merasa khawatir ketika melakukan kesalahan.

Romdhani Nawal Ahmad, murid kelas IX F yang juga menjadi anggota tim penggerak bahasa di kelasnya, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Baginya, belajar bahasa asing tidak cukup hanya melalui hafalan maupun materi di kelas, tetapi perlu diimbangi dengan praktik secara langsung.

Ia juga menyadari bahwa ketertarikan murid untuk mempelajari bahasa Arab dan Inggris masih beragam. Meski demikian, ia berharap kegiatan pembiasaan ini dapat semakin menarik minat teman-temannya untuk ikut belajar dan mempraktikkan bahasa asing.

Sementara itu, Khabiburrahman, murid kelas VIII F, mengaku senang dengan program yang telah berjalan selama satu tahun tersebut. Meski belum memiliki dasar kemampuan bahasa asing, ia tetap berusaha mengikuti pembiasaan yang dilaksanakan di madrasah.

“Awalnya saya merasa kesulitan karena memang belum punya dasar bahasa Arab maupun Inggris. Tapi saya akan terus berusaha belajar dan praktik bersama teman-teman dan guru. Setidaknya, dengan adanya kosakata dan teks percakapan yang dibagikan, saya jadi tidak terlalu asing lagi dengan kedua bahasa itu. Bahkan, sekarang mulai menyukainya, terutama bahasa Inggris,” ungkapnya.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan bahasa asing tidak harus dimulai dari kegiatan yang rumit. Melalui kosakata yang mudah dijumpai, percakapan sederhana, serta keterlibatan teman sebaya, murid diberi kesempatan untuk belajar sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya. (Sya/Az)

Bagikan Artikel

1 Komentar

Naufal Q
Naufal Q
Sabtu, 07 November 2026

Kemampuan berbahasa, terutama bahasa asing, menjadi kebutuhan pokok dan mendasar bagi setiap orang di era digital seperti sekarang. Semangat dan terus kembangkan, Adik-adik.

Berikan Komentarmu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kontak Kami Whatsapp