Header Background

MTs. 1 Annuqayah Ajak Murid Maknai Kemerdekaan di Tengah Tantangan Zaman

MTs. 1 Annuqayah Ajak Murid Maknai Kemerdekaan di Tengah Tantangan Zaman

56 Views Senin, 17 Agustus 2026

Guluk-Guluk — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MTs. 1 Annuqayah tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Melalui upacara bendera yang digelar di halaman madrasah pada Senin (17/8), seluruh keluarga besar MTs. 1 Annuqayah diajak kembali merefleksikan makna kemerdekaan dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini.

Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh petugas berasal dari tenaga pendidik dan kependidikan MTs. 1 Annuqayah. Bpk. Muaddin, S.Ag., bertugas sebagai pemimpin upacara, sedangkan Bpk. Edi Slinoto, S.Ag., menjadi pemimpin barisan.

Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd., Bpk. Muhammad Sauqi, M.Pd., dan Bpk. Muhammadun, S.Pd.I. Pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin dan diiringi oleh tim paduan suara MTs. 1 Annuqayah.

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, kemudian pembacaan Pancasila oleh pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I.

Selanjutnya, Bpk. Akis, S.Th.I., membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disusul pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bpk. Mulki, S.Pd.I.

Memasuki amanat pembina upacara, K.H. Muhammad Ali Fikri mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang kemerdekaan sebatas perayaan seremonial. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk mengingat kembali pengorbanan para pendahulu sekaligus menyadari tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan.

"Kalau hari ini kita hanya merayakan kemerdekaan dalam bentuk seremonial, tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan para mujahid yang dahulu memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.

Beliau mengatakan, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena itu, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan kemampuan mengelola akal dan hati.

K.H. Muhammad Ali Fikri kemudian mengajak peserta melihat bahwa bentuk penjajahan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu penjajahan berlangsung secara fisik dengan senjata, kini ancaman dapat hadir dalam bentuk yang lebih halus, salah satunya melalui pengaruh terhadap pikiran dan pola pikir.

"Kalau dulu kita dijajah secara fisik dan ancamannya berupa senjata, sekarang bentuknya berbeda. Pikiran dan pola pikir kita bisa dijajah sehingga kita tidak berkembang dan tetap berada dalam ketidaktahuan," katanya.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, ia menilai lingkungan pesantren memiliki peran penting. Menurut beliau, kehidupan pesantren memberikan ruang bagi santri untuk belajar, berkembang, sekaligus mendapatkan bimbingan agar mampu menyikapi berbagai pengaruh yang datang dari luar.

"Karena itu, kalian sangat beruntung bisa mondok di pesantren. Di sini kita diarahkan untuk cermat merespons berbagai hal yang berpotensi merusak diri. Kita dididik untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.

Menutup amanatnya, K.H. Muhammad Ali Fikri berpesan kepada para murid agar tidak pernah lelah memperbaiki niat dan menjaga semangat untuk terus berkembang. Menurutnya, proses pendidikan yang dijalani bukan semata-mata untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi jalan untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan menghormati jasa para muassis Pondok Pesantren Annuqayah.

"Jangan pernah lelah untuk terus memperbaiki niat dan semangat demi kemajuan diri. Jadikan perjalanan pendidikan ini sebagai ikhtiar untuk membahagiakan orang tua, keluarga, guru, pengasuh, dan para muassis Annuqayah," pesannya.

Setelah amanat selesai, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bpk. Ainul Fadal, S.H.I. Pemimpin upacara kemudian menyampaikan laporan kepada pembina upacara, sebelum seluruh peserta memberikan penghormatan dan K.H. Muhammad Ali Fikri meninggalkan lapangan upacara.

Bpk. Muaddin, S.Ag., selanjutnya meninggalkan lapangan setelah menerima penghormatan dari peserta. Upacara kemudian dinyatakan selesai dan seluruh barisan dibubarkan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MTs. 1 Annuqayah pun berakhir. Namun, pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, melainkan juga tentang bagaimana setiap generasi mampu menjaga pikiran, hati, dan semangat untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat. (Sya/Az)

Bagikan Artikel

Berikan Komentarmu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kontak Kami Whatsapp