Pentas Dua Bahasa: Langkah Awal Wujudkan Impian Madrasah Bilingual.
Guluk-Guluk – Langkah pertama menuju cita-cita besar MTs. 1 Annuqayah sebagai madrasah unggulan di bidang kebahasaan dimulai dengan gegap gempita. Kamis pagi hingga siang (22/01) lalu, halaman madrasah berubah menjadi panggung spektakuler dalam Pentas Dua Bahasa. Acara ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan deklarasi sekaligus pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah untuk menguasai bahasa asing, khususnya Arab dan Inggris.
Di bawah langit cerah, ratusan siswa duduk rapi, mata tertuju ke panggung. Suasana khidmat tercipta saat acara dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah bersama, dilanjutkan lantunan merdu ayat suci Al-Qur'an oleh Azrul Hilmy Al-Furqon. Pembawa acara dwibahasa, Moh. Al Faiz Iyas (bahasa Arab) dan Moh. Husnul Yaqin (bahasa Inggris), dengan luwes mengantarkan acara ke sambutan hangat dari kepala madrasah.
Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Kepala MTs. 1 Annuqayah menekankan bahwa penguasaan bahasa asing adalah modal utama mengarungi era digital. Beliau menegaskan bahwa bahasa harus keluar dari buku teks dan masuk ke dalam kehidupan nyata. “MTs. 1 Annuqayah ingin menjadi wadahnya. Tidak cukup hanya di kelas, tapi harus dipraktikkan dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan kita. Ini butuh proses, tapi dengan niat bersama, insya Allah dimudahkan,” serunya, disambut tepuk tangan.
Roh acara semakin terasa ketika Bpk. Sudarmin Hamzah, M.Pd., selaku Koordinator Tim Penggerak Bahasa Asing MTs. 1 Annuqayah, naik ke panggung. Dengan gamblang, guru Bahasa Arab kelas IX ini memaparkan bahwa pentas ini hanyalah pintu pembuka. “Ini baru pemantik. Ke depan, kami akan formulasikan berbagai kegiatan penunjang untuk membiasakan bahasa asing di madrasah kita. Program ini akan berjalan bertahap, dan keberhasilannya bergantung pada kontribusi aktif semua elemen, terutama para siswa,” paparnya, memberikan gambaran yang jelas tentang roadmap program madrasah.
Nuansa formal pun berubah menjadi cair dan penuh tawa ketika estafet pembawaan acara beralih ke duo Ahmad Romdhan dan Azriel Shifa Athoillah. Dengan gaya santai, interaktif, dan kelakar khas anak muda, mereka berhasil menyedot perhatian penuh. Slogan “Pentas Dua Bahasa, Santri Berbahasa, Berkontribusi untuk Bangsa” berkali-kali diserukan, disambut pekik sorak siswa. Kuis-kuis dadakan dengan hadiah sederhana membuat suasana semakin bergelora.
Puncak acara adalah 28 penampilan yang memukau dari berbagai cabang bahasa. Ach. Iffanul Khairil ‘Azhim (Kelas VIII A) membuka dengan bercerita dalam Bahasa Inggris yang lancar. Kemudian, beragam penampilan menyusul: pidato, baca berita, hingga percakapan yang apik. Sebuah momen hening dan mengharukan tercipta saat Ach. Rafif Azami membacakan puisi Bahasa Arab. Penghayatannya yang dalam berhasil menyentuh sanubari, membuat banyak penonton merinding.
Antusiasme tak hanya pada penampil. Moh. Ragil Maulidi Aziz, siswa Kelas VIII F yang merupakan penonton, mengaku sangat terinspirasi. “Penampilan kakak-kakak tadi luar biasa. Saya jadi merasa terpanggil dan ingin belajar lebih giat lagi. Ini benar-benar acara yang memotivasi,” ujarnya dengan mata berbinar.
Acara yang berjalan sekitar satu setengah jam ini sempat diuji dengan padamnya listrik beberapa saat. Namun, hal itu justru menunjukkan kesigapan panitia dan solidaritas audiens. Acara bisa berlanjut tanpa kehilangan semangat.
Bpk. Adnan Hariswanto, S.Pd., Waka. Kurikulum yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, dalam konfirmasinya menegaskan posisi strategis acara ini. “Pentas Dua Bahasa adalah langkah konkret dan pengantar terbaik untuk program besar madrasah, yaitu menciptakan lingkungan yang membiasakan berbahasa asing. Ini akan menjadi nilai lebih dan kebanggaan bagi almamater kita,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Optimisme yang sama terpancar dari para peserta. Moh. Jibran Hadi HS, salah satu penampil, merasa bangga bisa ambil bagian. “Saya yakin MTs. 1 Annuqayah bisa mewujudkan mimpi ini. Memang tidak mudah dan butuh proses panjang, tetapi semangat seperti yang kita lihat hari ini adalah modal terbesar,” ucapnya penuh harap.
Dengan tawa, tepuk tangan, dan decak kagum yang mengiringi setiap penampilan, Pentas Dua Bahasa telah sukses menorehkan kesan mendalam. Acara ini kemudian bukan titik akhir, melainkan tapakan awal yang membunyikan semangat baru. MTs. 1 Annuqayah kini telah melangkah mantap, mengawali perjalanan panjangnya menuju menjadi madrasah yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil berkomunikasi dengan dunia. (Sya/Az)













Alumni 2013
Sabtu, 24 Januari 2026Luar biasa! Bisa nih dijadikan percontohan oleh lembaga lain. Semoga lancar kegiatannya, Ustaz
Miza Maries
Sabtu, 24 Januari 2026Sangat luar biasa,..... semangat dalam mewujudkan Madrasah bilingual, semoga lancar ke depannya
M. Badri
Sabtu, 24 Januari 2026Apotek lagi nutup nih, Min. MTs. 1 Annuqayah nggak ada obat. Keren! ?
M. Sattar
Minggu, 25 Januari 2026Aamiyn. Terimakasih doa-doanya. M. Badri, Miza Maries, dan Alumni 201e