Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif

Hari Kedua MATAMUDA 2026, Murid Baru MTs. 1 Annuqayah Belajar Etika dan Gaya Belajar Efektif

Guluk-Guluk — Memasuki hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, MTs. 1 Annuqayah membekali peserta didik baru dengan materi Etika Pelajar dan Gaya Belajar Efektif. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/7) di Auditorium MTs. 1 Annuqayah itu diikuti seluruh peserta MATAMUDA dengan penuh antusias.

Materi disampaikan oleh Bpk. Moh. Mizan Asrori, alumni Pondok Pesantren Annuqayah yang kini mengabdi di MA Tahfidh Annuqayah. Selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 08.00 WIB, ia mengajak para murid memahami pentingnya membangun karakter sekaligus menemukan cara belajar yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Mengawali penyampaiannya, Bpk. Mizan menekankan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam proses menuntut ilmu.

"Adab di atas ilmu. Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa cahaya," ujarnya di hadapan para peserta.

Menurutnya, seorang pelajar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjaga sikap terhadap diri sendiri, menghormati guru, membangun hubungan baik dengan teman, serta menjaga lingkungan tempat belajar.

Selain membahas etika, Kak Mizan juga memperkenalkan berbagai tipe gaya belajar. Ia menjelaskan bahwa setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga cara belajar yang efektif pun tidak selalu sama.

Ada murid yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sebagian lebih nyaman dengan metode auditori, sementara yang lain lebih cepat belajar melalui praktik atau kinestetik.

"Belajar efektif bukan berarti belajar lebih lama, tetapi belajar dengan cara yang benar," kata alumnus awardee Beasiswa LPDP yang menempuh studi magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia membagikan sejumlah strategi belajar yang telah terbukti efektif. Di antaranya adalah active recall, yakni membiasakan diri mengingat dan menjawab kembali materi tanpa hanya mengandalkan membaca catatan.

Ia juga mengenalkan metode spaced repetition, yaitu mengulang materi secara berkala agar lebih mudah tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, peserta diajak membiasakan belajar sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara konsisten setiap hari.

Strategi lain yang turut diperkenalkan adalah teknik Pomodoro, yakni membagi waktu belajar selama 25 menit yang kemudian diselingi istirahat selama lima menit. Menurutnya, pola tersebut dapat membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi kejenuhan saat belajar.

Dalam pemaparannya, Kak Mizan juga menyinggung komitmen MTs. 1 Annuqayah sebagai madrasah percontohan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Ia mengajak para peserta untuk membangun budaya belajar yang sehat, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, suasana auditorium tetap hidup sepanjang sesi berlangsung. Para peserta tampak aktif menyimak, berdiskusi, serta merespons berbagai pertanyaan yang diajukan pemateri.

Menjelang akhir sesi, Kak Mizan mengajak seluruh peserta melakukan refleksi sederhana. Masing-masing murid diminta menuliskan satu kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan, satu kebiasaan baik yang akan dipertahankan secara istiqamah, serta target yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan di MTs. 1 Annuqayah.

Setelah penyampaian materi selesai, rangkaian kegiatan hari kedua MATAMUDA dilanjutkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selanjutnya, para peserta mengikuti pemutaran video historiografi Pondok Pesantren Annuqayah sebagai bagian dari upaya mengenalkan sejarah, nilai, dan tradisi pesantren kepada seluruh murid baru. (Sya/Az)

Share
2 Comments
  • comment author
    Bunda Miza
    Selasa, 14 Juli 2026

    Semoga anak anak tetap semangat di dalam mengikuti segala rangkaian kegiatan matamuda di MTs 1 Annuqayah ?

  • comment author
    Imad As
    Selasa, 14 Juli 2026

    Keren! Madrasahku terus maju dan melaju

Berikan Komentarmu