Guru BK Lakukan Sidak, Tanamkan Kedisiplinan dengan Pendekatan Ramah Anak
Guluk-Guluk_Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs. 1 Annuqayah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kelas-kelas IX pada Sabtu (24/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menumbuhkan kesadaran murid dalam menjaga kedisiplinan dan menaati tata tertib yang berlaku.
Pemeriksaan meliputi kerapian berpakaian, kelengkapan atribut seragam, serta isi tas murid. Langkah ini dilakukan untuk memastikan murid mengenakan seragam sesuai ketentuan sekaligus mengantisipasi kemungkinan dibawanya barang-barang yang dilarang dalam tata tertib madrasah.
Guru BK kelas VII, Bpk. Muhammad Surawi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa sidak merupakan program yang direncanakan berlangsung secara berkala setiap bulan. Namun, pada semester ini, kegiatan tersebut baru terlaksana dua kali karena beberapa kendala.
“Program sidak ini sebenarnya direncanakan setiap bulan. Namun, pada semester ini baru terlaksana dua kali karena ada beberapa hal yang menjadi kendala,” ujar Bpk. Surawi.
Dalam pelaksanaannya, penegakan tata tertib diharapkan tetap sejalan dengan prinsip Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA). Kedisiplinan tidak hanya dibangun melalui pemeriksaan dan teguran, tetapi juga melalui nasihat serta pembinaan yang membantu murid memahami pentingnya menaati aturan.
Salah satu murid kelas IX B, Andika Ramadana Saiful, mengaku terkejut saat mengetahui adanya sidak. Ia menyadari bahwa dirinya lupa mengenakan sabuk karena terburu-buru berangkat ke madrasah pada pagi hari.
“Saya tadi pagi terburu-buru berangkat ke madrasah, jadi lupa memakai sabuk,” ungkap siswa yang akrab disapa Rama tersebut.
Atas hal tersebut, Rama mendapatkan imbauan dan nasihat dari guru BK agar lebih memperhatikan kelengkapan seragam serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke madrasah.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap kesadaran murid dalam menjaga kedisiplinan semakin tumbuh. Selaras dengan semangat SPRA, madrasah berupaya menegakkan aturan secara edukatif dan humanis, sehingga murid tidak hanya memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi juga belajar menaati aturan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab. (Sya/Az)