Capacity Building: Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mendidik Siswa
Suasana Aula MTs. 1 Annuqayah pada Sabtu, 18 Oktober lalu, berubah menjadi ruang dialog yang hidup dan reflektif. Dalam gelaran Capacity Building dan Motivasi Guru, Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., seorang motivator nasional dari Gresik, hadir bukan sekadar sebagai pembicara, melainkan semacam narasumber yang menghipnotis—menjembatani teori dan praktik dengan pembawaan yang memesona.
Acara yang dirancang untuk mengasah kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan di madrasah itu diselingi dinamika yang atraktif: dari ice breaking yang mencairkan suasana hingga kisah-kisah personal yang menyentuh relung jiwa pendidik.
“Jadikan murid sebagai ladang pahala,” seru Afif di hadapan para guru, menegaskan bahwa bekal paling hakiki bagi seorang pendidik adalah niat yang tulus. “Kalau niatnya tulus, segalanya akan dipermudah. Kunci utamanya adalah niat,” tegasnya.
Tak berhenti pada retorika, Afif berbagi pengalaman nyata menangani siswa bermasalah menggunakan pendekatan hipnosis—sebuah metode yang ia jelaskan sebagai upaya menyentuh alam bawah sadar. Menurutnya, banyak siswa yang tampil bermasalah di sekolah kerap menyimpan luka di rumah: “Meskipun dia hidup, tidak ada kehidupan.”
Dalam pendekatannya, Afif membekali guru dengan tiga kata kunci yang ia sebut sebagai “mantra”: saya yakin, saya percaya, dan saya optimis. Kata-kata itu tak hanya ia terapkan pada siswa, tetapi juga ia sarankan untuk diinternalisasi guru dalam keseharian mengajar.
Lebih jauh, Afif menggolongkan guru ke dalam tiga tipe: guru nyasar, yang tak punya komitmen; guru bayar, yang hanya bergairah saat ada imbalan materi; dan guru sadar—golongan yang ia sebut sebagai pendidik sejati, yang mengabdi dengan kesadaran penuh dan keikhlasan.
“Sukses sendiri itu biasa, sukses bersama itu luar biasa,” ungkapnya, mengulang slogan yang ia harap melekat dalam ingatan hadirin.
Menanggapi acara tersebut, Nur Muhammad, salah satu peserta, menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini tak hanya mengembalikan semangat yang kerap surut di tengah rutinitas, tetapi juga menawarkan perspektif segar dalam mendampingi siswa.
Sebelum acara berakhir, para guru diajak menyanyikan lagu “Aku Cinta Allah” dari band Wali, sambil mentadabburi maknanya yang dalam tentang ikhtiar dan tawakal—sebuah penutup yang menyirami acara ini dengan nuansa spiritual dan penuh kesan. (Sya/Az)












ABDUL WAFI
Selasa, 21 Oktober 2025Barakallah salam takdim kami bagi para Masyayikh dan guru guru anak kami. Aamiin
El Zuhry
Selasa, 21 Oktober 2025Keren. Semoga berkah!
Farawi
Selasa, 21 Oktober 2025Luar biasa. MTs. 1 Annuqayah semoga semakin jaya.
M. Sattar
Selasa, 21 Oktober 2025Alhamdulillah semoga bermanfaat dan penuh barokah. Memang, "sukses sendiri itu biasa, sukses bersama itu luar biasa".
M. Sattar
Selasa, 21 Oktober 2025Alhamdulillah semoga bermanfaat dan penuh barokah. Memang, "sukses sendiri itu biasa, sukses bersama itu luar biasa".
Nur Muhammad
Selasa, 21 Oktober 2025Saya yakin, saya optimis bisa sukses. Bismillah, sukses bersama biar luar biasa
Miza Mazoe
Selasa, 21 Oktober 2025Subhanallah. Hypno teaching adalah hal yang sangat menarik untuk didalami. Semangat, Ustaz-ustaz.
Rifki Ali
Selasa, 21 Oktober 2025Keren!
Bunda Miza
Minggu, 26 Oktober 2025Subhanallah, acara yang inspiratif dan luar biasa!
Wali Yayan
Minggu, 26 Oktober 2025Mantan, semoga sukses dan kata!!!