TASYKA BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA

TASYKA BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA

Foto Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir saat memberikan tauziyah yang dikonsep dengan praktek Sholat

   Ada awal, ada akhir. Ketika ada pertemuan,   perpisahanpun tak dapat kita nafikan. Begitulah adagium yang masyhur kita dengar dan rasanya sangat pas jika disandingkan dengan kondisi siswa kelas akhir MTs. 1 Annuqayah. Mereka telah menjejaki fase akhir di lembaga mereka tercinta ini, dan tak lama lagi akan berpisah. Menyisakan kenangan yang terpatri.

   Setelah menempuh proses kegiatan belajar mengajar selama tiga tahun di MTs. 1 Annuqayah, siswa telah mencapai titik purna. Mereka akan dinyatakan lulus dan berstatus sebagai alumni. Mereka mengadakan Tasyakuran Siswa Kelas Akhir (Tasyka) pada Rabu malam (29/05) yang bertempat di halaman MTs. 1 Annuqayah.

     Tasyka merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh siswa kelas akhir sebagai wujud syukur atas terselesaikannya proses kegiatan belajar mengajar di madrasah ini. Bukan semata merayakan kelulusan siswa. Bukan pula sebagai bentuk purna belajar. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan bisa merefleksikan dan introspeksi diri guna kebaikan masa depan mereka. Hal ini senada dengan yang diucapkan oleh kepala madrasah, Bpk. M. Sattar, dalam sambutannya.

   Sebagai acara inti, K.H. Muhsin Amir hadir sebagai penceramah untuk memberikan nasihat-nasihat kepada para siswa kelas akhir. Beliau menyampaikan beberapa hal, namun fokus bahasan beliau adalah ihwal al-a'mal al-yaumiyyah masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah, utamanya dalam hal salat. 

     Beliau menjelaskan secara gamblang dan kompleks laku ibadah (salat) yang dijalankan oleh masyaikh Annuqayah terdahulu yang diwariskan hingga ke generasi sekarang, termasuk kepada santri-santrinya. Bahkan, pada beberapa kesempatan beliau memberikan contoh dan praktik langsung dalam memeragakan gerakan salat. Termasuk menjelaskan bacaan-bacaan dalam salat yang digunakan oleh para masyaikh.

   Lain dari hal itu, Ustaz Ainul Fadhal Ramli selaku perwakilan dari dewan guru menyampaikan petuah-petuah kepada siswa kelas akhir yang akan menjadi alumni. Beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak, utamanya kepada guru. Meskipun berstatus sebagai alumni, tidak ada istilahnya mantan guru. Guru statusnya adalah abadi, tutur beliau. Dengannya ilmu yang barakah dan manfaat dapat kita raih. Tidak lupa beliau menyandingkannya dengan cerita-cerita hikmah ulama terdahulu tentang keutamaan ilmu dan akhlak. Hal ini sebagai ibrah kepada siswa agar bisa bermuhasabah dan introspeksi diri.

    Tidak lupa, Ibnu Aan Firdaus, selaku ketua panitia, mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa pihak yang telah menyukseskan acara ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan tidak menjumpai aral berarti.  Baik kepada pimpinan madrasah, guru maupun kepada siswa. Meskipun dia tidak menampik adanya kendala-kendala kecil yang telah mereka hadapi, namun tidak menjadi batu pengganjal terlaksananya kegiatan ini.

     Tasyka bukanlah akhir dari segalanya. Bisa dikatakan ini adalah awal dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kepala madrasah berharap, seluruh siswa kelas akhir ini mempunyai komitmen untuk tetap melanjutkan ke jenjang lebih lanjut. Jangan sampai ada yang putus sekolah, apalagi sampai menikah. Kalau bisa, harapan beliau, tetap melanjutkan di satuan pendidikan yang ada di lingkungan Annuqayah. Selamat! (Sya_Az)

Share
1 Comments
  • comment author
    M. Sattar Syam
    Rabu, 12 Juni 2024

    Alhamdulillah. Semoga ilmu dan pengalaman hidup yang diperoleh dari MTs 1 Annuqayah bermanfaat dan barokah sehingga mengantarkan mareka pada posisi yang diridlai oleh Allah SWT. Aamiyn

Berikan Komentarmu