Inspeksi Mendadak BK MTs. 1 Annuqayah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa

Inspeksi Mendadak BK MTs. 1 Annuqayah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa

Guluk-Guluk – Dalam upaya sistematis meningkatkan kedisiplinan siswa, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs. 1 Annuqayah kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (23/10). Setelah beberapa hari yang lalu menyasar kelas IX, kali ini giliran seluruh kelas VIII, dari A hingga G, yang diperiksa.

Kegiatan yang berlangsung bergilir dari kelas VIII G hingga VIII A ini berfokus pada penertiban penampilan siswa. Poin-poin yang dicek mencakup kerapian pakaian, model dan panjang rambut, kondisi kuku, serta kelengkapan atribut seragam madrasah. Setiap pelanggaran yang ditemukan langsung ditindaklanjuti dengan pencatatan pada kolom pelanggaran individu siswa. Khusus bagi yang tidak mengenakan seragam atau atributnya tidak lengkap, mereka diimbau untuk  meminta surat rekomendasi yang menjelaskan alasannya.

Menurut Koordinator BK, Bpk. Mohammad Surawi, sidak ini bukanlah aktivitas insidental, melainkan program berkesinambungan yang telah terjadwal rapi dalam kalender kerja BK. “Rutinitas ini biasanya kami lakukan setiap dua bulan sekali untuk setiap tingkatan kelas,” jelas guru asal Sera Barat Bluto tersebut.

Ia lebih lanjut menambahkan bahwa selain sidak bersama yang melibatkan seluruh tim, terdapat juga mekanisme “sidak mandiri”. Setiap guru BK memiliki kewajiban untuk melakukan pemeriksaan serupa secara independen setidaknya sekali seminggu ketika mereka mengajar di kelas. Pendekatan ganda ini menciptakan sebuah jaring pengawasan yang longgar namun konstan, mencegah siswa untuk bersikap lengah hanya pada saat-saat sidak besar saja. Dampaknya, aturan madrasah tidak sekadar menjadi formalitas sesaat, tetapi diinternalisasi dalam keseharian.

Dari sudut pandang siswa, kegiatan ini mendapat apresiasi. Romdhani Nawal Ahmad, siswa kelas VIII D, mengakui bahwa kehadiran sidak memberikan efek positif. “Adanya sidak ini mampu meningkatkan kedisiplinan kami sekaligus menekan angka pelanggaran,” ujarnya. Ia berharap agar langkah pembinaan ini dapat dilaksanakan secara konsisten ke depannya.

Di balik sanksi administratif yang diterapkan, tujuan akhir dari serangkaian kegiatan ini adalah pembentukan karakter. Pencatatan pelanggaran dan permintaan surat rekomendasi bukanlah tujuan utama, melainkan instrumen edukasi untuk membangun pemahaman dan tanggung jawab pribadi. Langkah-langkah tersebut dirancang agar siswa menyadari bahwa kedisiplinan dalam berpenampilan adalah cermin dari kedisiplinan dalam belajar dan berperilaku.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan ini, pihak BK berharap dapat menumbuhkan kesadaran internal pada setiap siswa untuk mematuhi peraturan, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang tertib dan disiplin. (Sya/Az)

Share
6 Comments
  • comment author
    Ham Maula
    Kamis, 23 Oktober 2025

    Disiplin pangkal sukses. Semoga saja!

  • comment author
    Izzul Masyrof
    Kamis, 23 Oktober 2025

    Keren. Kembangkan, lanjutkan, dan istikamahkan.

  • comment author
    Mama Hilal
    Kamis, 23 Oktober 2025

    Disiplin melatih jiwa mandiri. Saya pribadi selalu siap mendukung program positif MTS dan pondok?

  • comment author
    Wali Fadjar
    Kamis, 23 Oktober 2025

    Semoga berkah. Saya titip anak di MTs. 1 Annuqayah. Semoga menjadi siswa yang baik dan menjadi orang yang menebar kemanfaatan.

  • comment author
    Bunda Moh Al-Faroby
    Kamis, 23 Oktober 2025

    Alhamdulillah saya pasrahkan anak saya ke MTS 1 An-nuqayah biar mendapatkan ilmu yg barokah & menjd anak yg sll disiplin.

  • comment author
    M. Sattar
    Senin, 27 Oktober 2025

    Alhamdulillah. Semoga bermanfaat untuk semuanya.

Berikan Komentarmu