MGMP Bahasa Asing, sebuah Upaya Awal Membiasakan Bahasa Asing di Lingkungan Madrasah
Guna mewujudkan lingkungan madrasah yang membiasakan penggunaan bahasa asing, MTs 1 Annuqayah menyelenggarakan pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Sabtu (22/11). Pertemuan yang digelar di Aula Mini madrasah tersebut juga dihadiri oleh pengajar pendukung, guru materi ilmu alat, seperti nahwu dan sharaf.
Pertemuan ini mengusung tema "Sinergi Guru Bahasa untuk Merancang Pengembangan dan Pembiasaan Bahasa Asing di Lingkungan Madrasah". Tujuannya merumuskan strategi pembelajaran yang integratif antara teori dan praktik, sekaligus menyusun program konkret untuk membiasakan bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian warga madrasah.
Kepala Madrasah, M. Sattar, dalam sambutannya menekankan pentingnya program ini sebagai nilai tambah di tengah persaingan antarlembaga pendidikan.
"Alasan utama mengapa beberapa lembaga sepi peminat adalah karena tidak ada nilai lebih yang bisa ditawarkan. Karena itu, kami membentuk kelas unggulan dan kini menginisiasi program pembiasaan bahasa asing sebagai upaya tindak lanjut serta meningkatan mutu pendidikan," jelas Sattar.
Ia juga mengisahkan kesuksesan beberapa pondok modern yang telah go international, salah satu faktor keberhasilannya adalah berkat pembiasaan bahasa asing, entah bahasa Arab ataupun bahasa Inggris.
Inisiator program yang juga Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bpk. Adnan Hariswanto, menambahkan bahwa kemampuan bahasa asing siswa selama ini lebih banyak didapat dari lingkungan pondok, bukan sekolah.
"Sebenarnya, banyak siswa kami yang lancar berbahasa asing, tetapi belajarnya bukan berangkat dari sekolah, melainkan hasil tempaan di pondok, padahal semua siswa memiliki potensi yang sama. Untuk itu, program ini hadir untuk mewadahi siswa lainnya yang tidak memiliki wadah mengembangkan kemampuan berbahasa asing mereka," ujar Bpk. Adnan.
Ia berharap forum ini dapat merumuskan strategi dan rencana kerja yang jelas, meski ia mengakui tantangannya tidak kecil. Antusiasme siswa dinilai masih rendah, dan mereka cenderung enggan berbahasa asing meski media pembelajaran telah disediakan. Faktor lingkungan, baik di pondok maupun rumah, diduga menjadi akar persoalan.
Guru Bahasa Arab kelas IX, Bpk. Sudarmin, membenarkan hal tersebut. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi siswa yang minim penguasaan kosa kata (mufradat) dan gramatika bahasa Arab. Permasalahan serupa dialami oleh para guru Bahasa Inggris.
Menjawab tantangan itu, sejumlah usulan mengemuka. Bpk. Sudarmin mengusulkan forum bilingual untuk unjuk talenta dan menetapkan satu hari khusus berbahasa asing setiap minggunya. Guru lain, Bpk. Syauqi, menyarankan pemasangan papan mufradat di titik-titik strategis dan di setiap kelas. Selain itu, muncul usulan penyusunan buku panduan terintegrasi dari kelas VII hingga IX untuk memudahkan pembelajaran.
Sebagai tindak lanjut, forum menunjuk Sudarmin Hamzah sebagai Koordinator Pengembangan Bahasa Asing. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya lingkungan madrasah yang kaya praktik berbahasa asing, mendukung visi madrasah untuk bersaing di tingkat yang lebih luas. (Sya/Az)












Wali Faizi Fadlul R
Minggu, 23 November 2025Subhanallah, program yang keren. Semoga lancar, Bapak.
Saif El-Zuhry
Minggu, 23 November 2025Bismillah. Semoga lancarkan dan sukses. Amin.
Bunda Rikza
Minggu, 23 November 2025Semoga dipermudah Ustadz
Nafis Farhan
Senin, 24 November 2025Almamaterku semakin jaya